Honda dikabarkan akan menyerahkan pengembangan program kendaraan baru kepada Tata Technologies. Pabrikan otomotif asal Jepang itu mempercayakan pembangunan platform end to end kepada perusahaan jasa rekayasa asal India tersebut demi menekan biaya.
Dikutip Japan Times, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Honda menyerahkan pengembangan platform baru kepada Tata Technologies. Platform ini diharapkan dapat mendukung berbagai model mobil.
Platform ini dirancang untuk mengakomodasi model konvensional berbahan bakar fosil serta powertrain elektrifikasi untuk kendaraan hybrid dan listrik. Namun, sumber itu tidak merinci pasar mana yang akan menjadi tujuan penjualan kendaraan hasil rekayasa Tata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelimpahan fungsi krusial ini menandai perubahan strategi bagi Honda, yang biasanya menangani pengembangan platform kendaraan inti secara internal atau melalui jaringan pemasok yang sudah mapan. Langkah ini diambil saat produsen mobil asal Jepang tersebut merombak peta jalan produknya setelah melaporkan kerugian tahunan pertama sejak didirikan pada tahun 1948, serta menunda beberapa rencana program kendaraan listrik dan mempercepat upaya penghematan biaya.
Juru bicara Honda menolak berkomentar mengenai spekulasi tersebut. Namun, Honda menyebut pihaknya senantiasa mempertimbangkan kemungkinan berbagai kemitraan eksternal sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saingnya.
Perlu diketahui, Tata Technologies berbeda dengan Tata Motors. Keduanya memang berada di bawah naungan Tata Group, namun Tata Technologies bergerak dalam penyediaan layanan rekayasa dan digital bagi pelanggan di sektor otomotif, kedirgantaraan, dan industri. Dengan kata lain, kerja sama ini bukan sekadar memasok kendaraan Tata yang sudah ada kepada Honda untuk kemudian di-rebadge.
Setelah mencatatkan kerugian untuk pertama kalinya, Honda menyatakan akan memanfaatkan sumber daya eksternal secara lebih strategis. Perusahaan bertujuan untuk memangkas biaya, waktu dan beban kerja pengembangan kendaraan baru hingga separuhnya.
Belum ada informasi pasti mengenai bagaimana kelanjutan rencana ini. Kendaraan yang dimaksud bisa jadi hanya ditujukan untuk pasar India atau dipasarkan lebih luas lagi.











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan