Honda Gaet Nissan biar Nggak Rugi Lagi, Ini yang Digarap

Honda Gaet Nissan biar Nggak Rugi Lagi, Ini yang Digarap

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 30 Jun 2026 17:16 WIB
Aliansi Nissan Honda Mitsubishi Motors
Kolaborasi Honda-Nissan-Mitsubishi. Foto: Pool
Jakarta -

Honda mengalami kerugian besar pertama kali sejak hampir 70 tahun. Agar tak mengalami kerugian lagi dan demi menekan biaya, Honda akan bekerja sama dengan Nissan Motor Co. Ini yang akan mereka garap.

Rencana kerja sama Honda dengan Nissan ini sebetulnya sudah ada sejak dua tahun lalu. Kala itu, Honda disebut-sebut akan merger dengan aliansi Nissan. Namun, merger tersebut gagal terwujud.

Kini, muncul lagi wacana kolaborasi Honda dengan Nissan. Meski bukan dalam bentuk merger, kerja sama antarprodusen otomotif Jepang itu akan berfokus pada penekanan biaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari media lokal Jepang, The Asahi Shimbun, sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kedua produsen mobil tersebut berada di tahap akhir kesepakatan. Mereka akan mengembangkan banyak unit komputer yang dibutuhkan dalam Kendaraan Berbasis Perangkat Lunak (Software-Defined Vehicle/SDV).

ADVERTISEMENT

SDV adalah kendaraan generasi berikutnya dengan perangkat lunak yang dapat diperbarui melalui internet, memungkinkan produsen untuk meningkatkan performa dan menambahkan fitur seperti kemampuan mengemudi otonom dan aplikasi peta. Kendaraan ini diperkirakan akan menjadi jenis kendaraan yang dominan di negara-negara maju.

Dengan menggunakan ECU yang sama di kendaraan berbasis perangkat lunak, kedua perusahaan akan mengurangi biaya pengembangan. Hal ini memungkinkan pabrikan asal Jepang tersebut untuk bersaing dengan produsen mobil Amerika Serikat dan China yang lebih maju dalam pengembangan SDV.

Sumber mengatakan ECU tersebut dapat dipasang di kendaraan yang diproduksi oleh kedua produsen mobil tersebut paling cepat pada tahun 2029. Mitsubishi Motors Corp., yang saat ini menjadi afiliasi Nissan, juga dapat memanfaatkan ECU tersebut.

"Honda dan Nissan juga sedang membahas berbagi perangkat lunak sistem operasi yang terpasang di kendaraan mereka," kata sumber itu.

Kembali pada 2024 lalu, Honda dan Nissan sebetulnya telah mengumumkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam pengembangan SDV, baterai, dan bidang lainnya. Pembicaraan tersebut berlanjut ke tahap kemungkinan merger. Namun Nissan menolak proposal Honda untuk menjadi anak perusahaannya.

Kini, diskusi terus berlanjut antara kedua produsen mobil tersebut mengenai kemungkinan bidang kerja sama.

Diberitakan Asia Nikkei, Presiden da CEO Honda Motor Co., Toshihiro Mibe, menyebut kerja sama dengan Nissan sudah cukup jauh perkembangannya. Bahkan, beberapa aspek kerja sama mendekati pengumuman resmi.




(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads