Pabrik Mobil Ini PHK 1.000 Pegawai, Lalu 'Rekrut' 50 Robot

Pabrik Mobil Ini PHK 1.000 Pegawai, Lalu 'Rekrut' 50 Robot

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 19 Jun 2026 10:18 WIB
Pabrik mobil GM.
Pabrik mobil GM. Foto: The Verge
Jakarta -

General Motors (GM) menuai sorotan setelah menambah puluhan robot baru di pabrik Factory Zero, Amerika Serikat. Langkah tersebut diambil hanya beberapa pekan setelah perusahaan memangkas lebih dari 1.000 pekerja di fasilitas yang sama.

Menurut Presiden UAW Local 22 James Cotton, GM telah memasang sekitar 50-an robot kolaboratif atau cobot buatan Fanuc. Robot tersebut bekerja berdampingan dengan manusia dan bertugas memasang berbagai komponen kendaraan di jalur produksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cotton menilai kehadiran robot-robot tersebut berpotensi mengurangi beban kerja karyawan setempat.

"Selalu ada kekhawatiran ketika robot masuk ke pabrik, terutama setelah lebih dari seribu pekerja dirumahkan," ujar Cotton, dikutip dari Carscoops, Jumat (19/6).

ADVERTISEMENT
Pabrik mobil GM.Pabrik mobil GM. Foto: The Verge

Serikat pekerja UAW bahkan telah mengajukan protes kepada GM terkait penggunaan robot tersebut. Mereka juga menyoroti aspek keselamatan karena mesin bekerja sangat dekat dengan para pekerja.

Di sisi lain, GM mengklaim, pemasangan robot merupakan bagian dari strategi modernisasi pabrik. Menurut juru bicara GM, Kevin Kelly, teknologi tersebut membantu meningkatkan keselamatan kerja, ergonomi, serta menjaga daya saing perusahaan.

Factory Zero sendiri merupakan pabrik yang difokuskan untuk memproduksi kendaraan listrik (EV). Namun, melambatnya permintaan mobil listrik di AS membuat GM beberapa kali menghentikan produksi dan mengurangi jumlah pekerja.

Pakar hubungan industrial dari Wayne State University, Marick Masters, mengatakan otomatisasi telah memangkas kebutuhan jam kerja dalam produksi kendaraan hingga 50-70 persen dibandingkan era 1980-an.

Ke depan, isu penggunaan robot dan otomatisasi diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam negosiasi kontrak kerja antara GM dan UAW pada 2028.

Presiden UAW Shawn Fain bahkan menyebut perkembangan kecerdasan buatan, robot humanoid, dan otomatisasi massal sebagai tantangan besar bagi dunia kerja.

"Kita sedang menghadapi salah satu revolusi teknologi paling besar dalam hidup kita. Ini menjadi tantangan serius bagi ekonomi dan sistem sosial," kata Fain.




(sfn/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads