General Motors (GM) menuai sorotan setelah menambah puluhan robot baru di pabrik Factory Zero, Amerika Serikat. Langkah tersebut diambil hanya beberapa pekan setelah perusahaan memangkas lebih dari 1.000 pekerja di fasilitas yang sama.
Menurut Presiden UAW Local 22 James Cotton, GM telah memasang sekitar 50-an robot kolaboratif atau cobot buatan Fanuc. Robot tersebut bekerja berdampingan dengan manusia dan bertugas memasang berbagai komponen kendaraan di jalur produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cotton menilai kehadiran robot-robot tersebut berpotensi mengurangi beban kerja karyawan setempat.
"Selalu ada kekhawatiran ketika robot masuk ke pabrik, terutama setelah lebih dari seribu pekerja dirumahkan," ujar Cotton, dikutip dari Carscoops, Jumat (19/6).
Pabrik mobil GM. Foto: The Verge |
Serikat pekerja UAW bahkan telah mengajukan protes kepada GM terkait penggunaan robot tersebut. Mereka juga menyoroti aspek keselamatan karena mesin bekerja sangat dekat dengan para pekerja.
Di sisi lain, GM mengklaim, pemasangan robot merupakan bagian dari strategi modernisasi pabrik. Menurut juru bicara GM, Kevin Kelly, teknologi tersebut membantu meningkatkan keselamatan kerja, ergonomi, serta menjaga daya saing perusahaan.
Factory Zero sendiri merupakan pabrik yang difokuskan untuk memproduksi kendaraan listrik (EV). Namun, melambatnya permintaan mobil listrik di AS membuat GM beberapa kali menghentikan produksi dan mengurangi jumlah pekerja.
Pakar hubungan industrial dari Wayne State University, Marick Masters, mengatakan otomatisasi telah memangkas kebutuhan jam kerja dalam produksi kendaraan hingga 50-70 persen dibandingkan era 1980-an.
Ke depan, isu penggunaan robot dan otomatisasi diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam negosiasi kontrak kerja antara GM dan UAW pada 2028.
Presiden UAW Shawn Fain bahkan menyebut perkembangan kecerdasan buatan, robot humanoid, dan otomatisasi massal sebagai tantangan besar bagi dunia kerja.
"Kita sedang menghadapi salah satu revolusi teknologi paling besar dalam hidup kita. Ini menjadi tantangan serius bagi ekonomi dan sistem sosial," kata Fain.
(sfn/din)













































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun