ADVERTISEMENT

Honda Jual Dua Mobil Hybrid Tahun Depan, Selanjutnya Produksi Lokal

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 16 Agu 2022 09:44 WIB
PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda Hybrid CR-V di GIIAS 2022
Honda e:hev di GIIAS 2022 Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

PT Honda Prospect Motor (HPM) mengungkap strategi elektrifikasi di Indonesia. Dua model electric hybrid electric vehicles (e:HEV) akan dijual tahun 2023.

"Dua model e:HEV 2023 akan diperkenalkan plus model e lainnya di tahun-tahun berikutnya termasuk produksi lokal," kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM saat konferensi pers di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/8/2022).

Dia belum menyebut kapan jadwal serta produk elektrifikasi tersebut bakal resmi dirilis di Indonesia. Hanya saja diketahui Honda baru memperkenalkan hybrid di GIIAS 2022 pada model CR-V dan Accord.

Secara global Honda menargetkan mencapai elektrifikasi 100% untuk semua modelnya secara global pada tahun 2040. Mendukung langkah tersebut, Honda juga telah mengumumkan akan memperkenalkan setidaknya 30 model berbasis elektrik secara global hingga tahun 2030, dengan total produksi menjadi 2 juta unit per tahunnya.

"Indonesia belum bisa kami informasikan (sumbang persentase secara global). Ini adalah komitmen secara global, Indonesia di dalamnya berapa persen belum bisa kami disclose," jelas Billy.

Sistem kerje e:HEV Honda

Teknologi e:HEV merupakan sistem hybrid ramah lingkungan yang memberikan performa dan kenyamanan berkendara dari kecepatan rendah, menengah hingga maksimal. Teknologi e:HEV adalah sistem dengan tingkat kebebasan dimana kedua motor dan mesin dapat beroperasi secara independen serta menghasilkan pengalaman berkendara yang efisien di berbagai situasi.

Sistem e:HEV terdiri dari empat komponen utama, yaitu Atkinson Cycle Engine, Electronic CVT (e-CVT), Intelligent Power Unit, dan Power Control Unit. Atkinson Cycle Engine merupakan mesin Direct Injection, 4-cylinders DOHC i-VTEC yang menggunakan bahan bakar bensin. Pada sistem e:HEV, mesin ini berfungsi untuk memberikan tenaga kepada motor generator sehingga dapat menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor drive, memberikan tenaga langsung ke roda saat berkendara di kecepatan tinggi, dan mengisi daya baterai.

Putaran mesin kemudian diteruskan oleh motor generator yang berada di dalam e-CVT untuk menghasilkan daya listrik dengan efisiensi tinggi dan mengisi daya baterai. Sementara motor drive di dalam e-CVT berfungsi menyalurkan putaran ke roda dengan tenaga dan traksi yang tinggi, serta menghasilkan daya listrik saat deselerasi.

Kinerja motor pada E-CVT dikontrol oleh Power Control Unit yang juga sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebutuhan listrik antara baterai dan motor. Daya listrik pada sistem e:HEV disimpan dalam Intelligent Power Unit yang menggunakan Lithium Ion Battery berkapasitas tinggi. Unit ini mempunyai kapasitas penyimpanan daya hingga 300V.

Sistem e:HEV mempunyai tiga mode berkendara, yang secara otomatis akan berganti sesuai dengan kondisi pengendaraan dan beban mesin. Dalam kondisi berkendara normal dengan beban mesin rendah, sistem akan menggunakan mode EV dimana hanya baterai yang menggerakkan motor sehingga tidak ada bensin yang digunakan.

Saat mobil berakselerasi dengan lebih kuat, sistem akan menggunakan model Hybrid dimana mesin dan baterai bekerja bersamaan untuk menghasilkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar. Saat berkendara dalam kecepatan tinggi, sistem akan menggunakan mode Engine Drive, dimana mesin secara penuh akan menggerakkan roda untuk menghasilkan tenaga lebih besar sekaligus mengisi daya baterai secara bersamaan.



Simak Video "Kei Car Mau Masuk Indonesia? Ini Tantangannya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT