Buruh Diusulkan Dapat Prioritas Vaksinasi, Ini Kata Pabrikan Otomotif

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 14 Jan 2021 13:59 WIB
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing.
Vaksinasi COVID-19. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia sudah memulai vaksinasi COVID-19. Tahap pertama ini, vaksinasi ditujukan untuk garda terdepan seperti tenaga kesehatan.

Vaksinasi ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran Corona. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung, adanya vaksinasi bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi.

"Vaksinasi COVID-19 penting kita lakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona ini dan memberikan perlindungan kesehatan kepada kita, dan keselamatan, keamanan bagi kita semuanya masyarakat Indonesia dan membantu percepatan proses pemulihan ekonomi," jelas Jokowi seperti yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu kemarin (13/1/2021).

Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Dr Kintoko Rochadi, mengatakan para pekerja kantoran dan pabrik di wilayah perkotaan harus menjadi prioritas. Alasannya, para pekerja di wilayah perkotaan sulit menghindari kerumunan.

Soal usulan tersebut, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengatakan yang paling penting adalah prioritas utama yakni vaksinasi untuk garda terdepan seperti tenaga kesehatan.

"Yang pertama orang yang berada di dalam front line seperti tenaga kesehatan, itu kan tahap satu, itu nggak bisa diganggu gugat, itu harus beres dan jadi prioritas. Nah kalau toh nanti ada prioritas berikutnya mungkin di tahap kedua atau tahap ketiga. Tapi tahap pertama kita nggak bisa ganggu gugat untuk tenaga kesehatan," kata Bob kepada detikOto, Kamis (14/1/2021).

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini resmi melahirkan produk terbaru the All New Sienta dari pabrik Karawang 2.Pekerja di pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang 2. Foto: Toyota

"Skala prioritas kan macam-macam. Ada yang bilang guru yang jadi prioritas. Tapi kalau mau memprioritaskan untuk buruh supaya ekonomi berjalan ya kita bisa lihat juga satu hal yang positif. Cuma nanti apakah itu disediakan pemerintah atau swasta sendiri nah itu nanti tak lepas dari bahan pembahasan," sambung Bob.

Meski, Bob menekankan bahwa vaksinasi COVID-19 untuk buruh mungkin baru bisa dibicarakan setelah vaksinasi tahap pertama dan kedua selesai dan sukses.

"Mungkin tahap kedua untuk mereka yang back up yang paling depan. Baru tahap ketiga untuk umum, diprioritaskan boleh juga diprioritaskan (untuk buruh), apalagi kalau itu inisiatif dari swasta sendiri. Tapi nanti lah baru bisa dibicarakan setelah tahap satu dan tahap dua ini sukses," sebutnya.

Sementara itu, 4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra, tak bisa berkomentar banyak mengenai usulan tersebut. Donny bilang, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah terkait vaksinasi ini.

"Tentunya mereka (pemerintah) sudah punya konsiderasi dan studi yang lebih detail. Berkaitan dengan masukan tersebut kami tidak bisa memberikan (pernyataan) apakah itu baik atau tidak baik," kata Donny dihubungi terpisah.

Ngintip Pabrik Suzuki di Cikarang yang Lebih Canggih dari JepangPekerja di Pabrik Suzuki di Cikarang. Foto: Ruly Kurniawan

"Kalau kami sebetulnya yang penting kami akan mengikuti arahan dari pemerintah. Tentunya hal tersebut sudah memiliki kajian dan sebagainya. Tentunya kan ada diskusi lebih lanjut antara pemerintah dan stakeholder-stakeholder terkait bagaimana sudut pandang mengenai kesehatan dan penanganan pandemi," ujar Donny.

Begitu juga Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra. Menurutnya, pihaknya akan mengikuti pengaturan dari pemerintah terkait vaksinasi. Amel juga menyambut baik program vaksinasi COVID-19 yang diawali sejak kemarin, Rabu (13/1/2021) oleh Presiden Jokowi sendiri.

"Paling tidak bisa bekerja lebih baik jika imun terbentuk," kata Amel.



Simak Video "Melihat Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)