Orang Indonesia Sukanya Mobil di Bawah Rp 300 Juta, Mobil Listrik Harus Murah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 26 Nov 2020 07:48 WIB
Mobil Toyota Prius PHV GR Sport yang bikin Sri Mulyani Kesengsem
Mobil listrik. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Mobil listrik sedang gencar-gencarnya dipromosikan kepada masyarakat Indonesia. Berbagai dukungan dari pemerintah sudah dikeluarkan, produk kendaraan listrik pun makin beragam.

Namun, masyarakat Indonesia dihadapi dengan fakta bahwa mobil listrik masih dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Teknologinya yang tak murah membuat mobil listrik masih mahal.

Saat ini, mobil listrik paling murah harganya di kisaran Rp 600 jutaan. Padahal, orang Indonesia masih lebih suka mobil yang harganya tak terlalu mahal.

"Sampai saat ini memang kendaraan-kendaraan listrik masih relatif mahal. Yang paling murah pun harganya di kisaran Rp 600 juta," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, Rabu (25/11/2020).

"Sementara kalau dari kami kacamata pelaku industri, masyarakat kita umumnya mayoritas lebih dari 60% itu membeli kendaraan-kendaraan yang harganya di bawah Rp 300 juta. Itu adalah pasar yang paling gemuk," sambungnya.

Mitsubishi memperkenalkan mobil ramah lingkungan mereka di arena GIIAS 2019. Mobil itu adalah Mitsubishi Outlander PHEV. Penasaran? Yuk, lihat.Ilustrasi mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho

Menurut Kukuh, industri kendaraan bermotor dibenturkan dengan tantangan tersebut sebelum memperkenalkan mobil listrik. Yaitu bagaimana produsen otomotif bisa menurunkan harga jual mobil listrik.

"Memang salah satu isunya harganya masih relatif mahal. Paling tidak sekurang2nya 50% dari harga mobil itu sendiri itu adalah harga baterainya," kata Kukuh.

Dukungan dari pemerintah agar mobil listrik bisa terjangkau sangat diperlukan. Pemerintah pusat maupun daerah pun sudah berkomitmen menyediakan insentif fiskal maupun non-fiskal agar kendaraan listrik bisa lebih masif lagi. Pemerintah pusat, misalnya, akan menyempurnakan perhitungan pajak berdasarkan emisi karbon yang dikeluarkan kendaraan, sehingga mobil listrik yang tidak mengeluarkan emisi pajaknya bisa lebih rendah. Di pemerintah daerah, saat ini sudah ada keringanan bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan listrik di beberapa daerah.

"Saat ini negara yang paling unggul dalam memproduksi kendaraan bermotor listrik adalah China. Di mana di China 1 tahunnya diproduksi kurang lebih 1 juta unit mobil listrik. Sementara total produksi kendaraan bermotor di China secara keseluruhan berkisar 28 juta (unit). Bagaimana China bisa mencapai begitu tinggi peroduksinya? Karna di China itu diperkenalkan, kendaraan bermotor listrik diberi subsidi. Di mana harganya disubsidi oleh pemerintah pusat dan pemrintah daerah, kurang lebih 50%," sebut Kukuh.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)