Top! Ekspor Mobil Indonesia Melebihi Target

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 20 Nov 2020 20:55 WIB
Ratusan mobil merk Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Rabu (5/9). Toyota Indonesia mencatat telah mengekspor total 1,38 juta unit kendaraan completely built up (CBU)‎ sejak mulai pengapalan Kijang generasi ketiga pada Agustus 1987 hingga Juli 2018.
Ekspor mobil. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Mobil hasil produksi Indonesia tak cuma dijual di dalam negeri. Mobil buatan Indonesia mengaspal di lebih dari 80 negara di dunia. Tahun ini, di tengah pandemi COVID-19, ekspor mobil masih melaju meski terjadi penurunan.

Penjualan mobil di seluruh dunia memang anjlok karena pandemi. Itu berdampak pada turunnya ekspor mobil buatan Indonesia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan ekspor mobil tahun ini sebanyak 175 ribu. Target itu memang turun dibanding tahun lalu yang mencapai 330 ribu unit karena pandemi.

"Ternytata sampai dengan bulan Oktober sudah dicapai angka 180.903. Berarti luar negeri sudah mulai bangkit, dan kita sejak Januari sampai Oktober melakukan ekspor 181 ribu CBU kendaraan, sedangkan CKD 41 ribu. Dan untuk komponen adalah 46 juta komponen, hampir 47 juta," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam dialog publik "Pelabuhan Patimban dan Geliat Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan bersama Kementerian Perhubungan, Jumat (20/11/2020).

Menurut Nangoi, ekspor mobil ini menghasilkan devisa untuk negara. Berbagai pabrikan otomotif berlomba-lomba menjadi eksportir mobil terbanyak.

"Top 5 eksportir terbesar ada Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, dan kemudian diikuti oleh yang lain-lainnya seperti Isuzu, Wuling maupun Hyundai. Dan negara terbesar (tujuan ekspor mobil Indonesia) adalah Filipina yang menerima 86 ribu kendaraan tahun lalu," sebut Nangoi.

Tak cuma Asia Tenggara, bahkan negara maju seperti Jepang sudah menerima mobil buatan Indonesia. Tahun lalu, Indonesia mengekspor 14.511 mobil ke Jepang.

"Jadi kalau Bapak-Ibu melihat di Jepang melihat kendaraan kecil yang di Indonesia dikenal dengan Granmax tapi di Jepang mungkin namanya berbeda itu adalah 100% buatan Indonesia," katanya.

"Sangat menyenangkan bahwa masing-masing brand mencoba untuk melakukan ekspor mobil dari Indonesia. Hal ini yang kami ingin pertahankan, bahwa Indonesia harus menjadi swasembada untuk urusan mobil," sambung Nangoi.



Simak Video "Jokowi Lepas Ekspor Perdana 6.000 Mobil Pikap ke Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)