Peta otomotif Tanah Air di awal tahun 2026 menunjukkan fenomena yang menarik, segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang biasanya menjadi tulang punggung penjualan nasional mulai tergerus, di sisi lain mobil listrik ringkas seperti BYD Atto 1 justru menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Januari 2026, Atto 1 terjual sebanyak 3.361 unit. Angka ini langsung melonjak di bulan Februari menjadi 3.700 unit.
Meski secara volume belum bisa menyalip total LCGC, pertumbuhan bulanan Atto 1 yang mencapai 10% membuktikan bahwa minat masyarakat mulai bergeser ke arah elektrifikasi yang lebih modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mobil LCGC Masih Banyak yang Beli |
Secara total bulanan, LCGC masih unggul. Sebut saja Honda Brio Satya, mobil City Car ini terdistribusi sebanyak 6.526 unit sepanjang Januari-Februari 2026.
Brio Satya mengalami penurunan penjualan secara bulan ke bulan, pada Januari terkirim 3.430 unit, sedangkan bulan berikutnya turun menjadi 3.096 unit.
Peforma model LCGC lain juga masih kalah dari kiprah Atto 1 yang tembus 3.700 unit per Februari 2026. Mulai dari Calya terdistribusi 3.036 unit, Daihatsu Ayla 3.030 unit, dan Toyota Agya 1.180 unt.
Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Januari-Februari 2026, segmen mobil murah ramah lingkungan ini tampak sedang tidak baik-baik saja. Jika pada awal tahun 2025 (Januari-Februari) pasar LCGC mampu mencatatkan angka 28.147 unit, tahun ini performanya melorot cukup tajam.
Secara kumulatif, LCGC hanya terjual 22.106 unit di dua bulan pertama 2026. Artinya, ada selisih 6.041 unit yang hilang jika dibandingkan tahun lalu. Secara persentase, penurunan ini mencapai 21,46%-sebuah angka yang cukup signifikan untuk pasar yang mengincar segmen mobil pertama.
LCGC terdistribusi sebanyak 122.686 unit pada sepanjang 2025. Ambil data kuartal pertama 2025, mobil murah ini sempat berjaya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot di angka 8-9 ribuan unit saja.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, hadirnya mobil listrik murah menjadi tantangan buat segmen LCGC.
"LCGC kita rusak, turun sampai 37 persen. Karena sekarang dengan Rp 200 jutaan orang sudah bisa dapat mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap," kata Jongkie dikutip CNBC Indonesia.
Menurut Jongkie, segmen kendaraan murah masih memiliki potensi besar di Indonesia. Pergeseran teknologi ke kendaraan elektrifikasi menjadi keniscayaan.
"Orang sekarang melihat pilihan. Kalau selisih harganya tipis tapi teknologinya lebih maju, tentu mereka beralih," ujar Jongkie.
(riar/lua)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda