Thailand Kebanjiran Mobil China, Tuntut Pajak Tinggi buat Lindungi Produk Lokal

Thailand Kebanjiran Mobil China, Tuntut Pajak Tinggi buat Lindungi Produk Lokal

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 18 Mei 2026 19:25 WIB
SHANGHAI, CHINA - APRIL 17: Aerial view of trucks loaded with new energy vehicles for export at a terminal of Shanghai port on April 17, 2025 in Shanghai, China. (Photo by Long Wei/VCG via Getty Images)
Ilustrasi mobil listrik China. Foto: VCG via Getty Images/VCG
Jakarta -

Thailand kebanjiran mobil listrik impor dari China. Kini, asosiasi otomotif di Thailand teriak, meminta diterapkan pajak tinggi buat mobil listrik impor demi melindungi produk lokal.

Dikutip media lokal Thailand, The Nation, koalisi yang terdiri dari 10 asosiasi otomotif menginginkan Thailand menaikkan pajak cukai untuk kendaraan listrik impor menjadi 32 persen. Mereka memberi peringatan bahwa impor murah mobil listrik dari China dapat merusak produksi lokal dan pemasok suku cadang otomotif.

Koalisi yang terdiri dari 10 asosiasi otomotif yang mewakili lebih dari 1.500 operator mendesak pemerintah untuk menaikkan pajak cukai untuk kendaraan listrik impor. Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT), Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Thailand (TAPMA), dan kelompok industri sekutu mempersiapkan untuk mengajukan proposal darurat kepada pemerintah Thailand, menyerukan langkah-langkah untuk menstabilkan industri otomotif dan suku cadang otomotif Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proposal tersebut terutama berfokus pada produsen mobil China, mencakup EV impor dan kendaraan yang dirakit di Thailand. Koalisi tersebut memperingatkan bahwa industri otomotif Thailand menghadapi krisis paling seriusnya karena negara tersebut beralih ke kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

Dikatakan bahwa transisi kendaraan listrik yang cepat, dikombinasikan dengan murahnya impor kendaraan dari China, bisa-bisa sangat melemahkan produksi lokal dan mengancam kelangsungan hidup produsen suku cadang otomotif Thailand.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa memproduksi kendaraan di Thailand membutuhkan biaya sekitar 30-40% lebih banyak daripada mengimpornya dari China, sehingga merugikan produsen dan pemasok suku cadang lokal.

Usulan utama adalah mereformasi struktur pajak cukai untuk kendaraan listrik. Asosiasi tersebut menginginkan pajak cukai untuk EV impor dinaikkan menjadi setidaknya 32%. Ini akan menciptakan kesenjangan 30 poin persentase dengan EV produksi dalam negeri, yang saat ini dikenakan pajak cukai 2%.

Kelompok tersebut mengatakan, pajak yang lebih tinggi akan membantu mengimbangi kesenjangan biaya antara manufaktur lokal dan impor. Penerapan pajak tinggi untuk EV impor juga bisa mendorong produsen mobil untuk terus berinvestasi membangun pabrik Thailand.




(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads