Rabu, 18 Nov 2020 15:37 WIB

Tahun 2022, Mobil Hybrid Toyota Diproduksi di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Toyota Corolla Cross Toyota akan melokalisasi mobil hybrid di Indonesia pada tahun 2022 Foto: Muhammad Zaky Fauzi Azhar
Jakarta -

PT Toyota Astra Motor (TAM) sudah gencar mengenalkan produk elektrifikasi di Indonesia sejak tahun 2009. Pada 2022, pabrikan asal Jepang ini akan memproduksi mobil hybrid-nya di Indonesia.

Sebagai wujud komitmen lebih lanjut, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai produsen produk Toyota di Indonesia akan memproduksi kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicles) secara lokal mulai tahun 2022 untuk pasar domestik dan ekspor sambil terus melihat kesempatan untuk memperluas produksi lokal kendaraan berteknologi elektrifikasi lainnya.

"Kami di Toyota pastinya senang sekali karena pemerintah punya keinginan positif soal elektrifikasi, demand masyarakat juga meningkat. Kami terus mengkaji kemungkinannya, termasuk soal HEV di 2022," kata Vice President PT TAM, Henry Tanoto saat Toyota Electrification Webinar, Rabu (18/11/2020).

Tarik garis ke belakang, Toyota pertama kali menghadirkan kendaraan elektrifikasi pada 2009, ketika PT Toyota-Astra Motor mulai memasarkan Toyota Prius Hybrid Electric Vehicle (HEV). Lalu berlanjut ke segmen mobil premium Toyota lainnya seperti Camry, dan Alphard.

Kemudian pada 2010, melalui brand Lexus sebagai merek kendaraan premium, Toyota memasarkan Lexus LS HEV untuk segmen high-end. Sampai saat ini, tidak kurang 8 model kendaraan elektrifikasi sudah dipasarkan di Indonesia baik sedan, MPV maupun SUV.

Dari tahun ke tahun Toyota mengklaim penerimaan di pasar juga makin baik. Hingga Oktober 2020, total penjualan elektrifikasi TAM sudah melebihi angka 3.300 unit.

Kemudian pada tahun 2020, TAM meluncurkan produk baru mobil hybrid. Mulai dari Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) bekerja sama dengan perusahaan taksi online dengan menggunakan Toyota Prius PHEV. Lalu pilihan kendaraan HEV dengan harga yang lebih kompetitif lewat Corolla Cross HEV.

"Pendekatan yang sudah kami lakukan lebih dari 10 tahun yang lalu ini kami lakukan agar teknologi elektrifikasi makin populer, dikenal, dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Dengan begitu, masyarakat juga turut berkontribusi dalam membangun lingkungan hidup yang sehat dengan mengurangi emisi CO2," kata Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy.



Simak Video "Alasan Toyota Recall Mobil Innova dan Fortuner"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com