Jumat, 09 Okt 2020 12:33 WIB

Dear Bu Sri Mulyani, Industri Otomotif Butuh Kepastian Pajak Mobil 0%

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Suasana GIIAS 2019 Wacana pajak mobil baru 0% sampai sekarang belum ada kepastian. Foto: Dok. Seven Events
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sempat melontarkan wacana pajak mobil baru 0%. Pajak mobil baru nol persen itu diwacanakan untuk mendongkrak industri otomotif yang tengah lesu.

Untuk diketahui, banyak komponen harga mobil on the road--hampir setengahnya--yang mengalir ke kas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dari pajak. Jika pajak dinolkan, tentu harga mobil baru akan jauh lebih murah.

Dengan harga yang lebih murah karena relaksasi pajak mobil baru, daya beli masyarakat bisa meningkat. Ujung-ujungnya, industri otomotif bangkit. Kebangkitan industri otomotif dipercaya bisa berdampak kepada pergerakan ekonomi. Apalagi, industri otomotif yang melibatkan 1,5 juta tenaga kerja menyumbang PDB (produk domestik bruto) hampir sebesar 10%.

Wacana relaksasi pajak mobil baru itu diusulkan kepada Kementerian Keuangan. Namun, hingga kini Kementerian Keuangan belum memberikan kepastian apakah wacana tersebut diterima atau tidak.

Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, industri otomotif memerlukan kepastian secepatnya dari wacana tersebut.

"Disetujui atau tidak disetujui harus ada kepastian, jangan terlalu lama," kata Kukuh kepada detikcom, Kamis (8/10/2020).

"Kepastian apakah pajak 0%, apakah 10%, apakah 20%, berapa pun juga yang penting ada kepastian supaya kemudian orang bisa mengambil keputusan (untuk membeli mobil baru)," sambungnya.

Sebab, jika tidak dipastikan secepatnya, banyak konsumen yang menunda pembelian mobil baru. Wacana pajak mobil baru 0% yang belum dipastikan itu membuat konsumen yang sudah pegang dana untuk membeli mobil mengurungkan niatnya. Mereka menunggu kepastian kapan harga mobil baru bisa lebih murah dengan adanya pajak 0%.

Saat ditanyakan, Kukuh sendiri belum bisa memastikan apakah ada titik terang dari Kementerian Keuangan terkait wacana pajak mobil baru 0%. Namun, Kukuh menegaskan harapannya dengan pajak 0% bisa menumbuhkan industri otomotif.

"Itu bukan wilayah kita. Itu wewenangnya pemerintah (memutuskan pajak mobil 0%). Kita berharap kalau itu ada keringanan/relaksasi harapannya adalah pasarnya tumbuh," sebutnya.

Pengamat otomotif Bebin Djuana bilang, isu ini bisa menjadi kontraproduktif. Bukannya mendongkrak penjualan, isu yang belum jelas kepastiannya apakah diterima wacana pembebasan pajak mobil baru itu atau tidak, malah membuat orang menunda pembelian mobil baru.

"Mereka (konsumen yang sudah punya budget untuk beli mobil) akan beranggapan, 'Jangan (beli mobil dulu) deh, mungkin bulan depan keluar peraturan (pajak mobil baru nol persen),'" ujar Bebin.

"Isu yang seperti ini bisa jadi kontraproduktif, hati-hati. Daripada cuma sekadar isu (yang belum pasti-Red), lebih baik jadi sebuah kejutan. Masyarakat nggak tahu apa-apa, tahu-tahu ada pemberitahuan potongan pajak dan sebagainya," ucap Bebin.



Simak Video "Menkeu Sri Mulyani Tolak Beri Pajak Mobil Baru 0 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com