Rabu, 15 Jul 2020 15:29 WIB

Taksi Listrik Sudah Ramai Ngider di Inggris, Norwegia dan Prancis

M Luthfi Andika - detikOto
Taksi Hitam London Berbekal listrik Taksi listrik London Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

Perusahaan asal Inggris London Electric Vehicle Company (LEVC) yang memproduksi taksi hitam listrik di London menyatakan telah melebarkan sayap hingga Norwegia dan Prancis. Artinya kedua negara tersebut sudah menggunakan taksi listrik.

Dikutip autoevolution, LCEV melahirkan taksi listrik dalam bentuk Van yang disapa VN5, yang diklaim mampu berlari hingga 300 mile atau 482 km dan hanya memiliki berat 380 kg.

"VN5 menetapkan standar mobilitas hijau baru pada industri otomotif dan membentuk segmen van listrik baru dan sangat diminati. Kami telah menerapkan pengetahuan kami yang luas dari dunia taksi untuk menciptakan van pekerja keras yang berkualitas tinggi dengan nol emisi dan kemampuan jarak jauh," pernyataan CEO LEVC Joerg Hofmann.

"Selain menawarkan keuntungan operasi yang menguntungkan, VN5 memenuhi permintaan yang meningkat dari bisnis dan konsumen untuk kendaraan komersial yang lebih bersih dan berkelanjutan," tambahnya.

Dikatakan van listrik LCEV ini memiliki 3 varian, Business, City dan Ultima. Ketiganya memiliki fitur cruise control, layar sentuh 9 inci, serta pengisian baterai 50 kW DC di dalam kabin. Soal harga mobil van listrik ini dikatakan dibanderol 46.500 poundsterling atau Rp 846 jutaan.

Taksi Hitam London Berbekal listrikTaksi Hitam London Berbekal listrik Foto: Pool (Autoevolution)

Jika dibandingkan dengan Indonesia, taksi listrik sudah beredar di Jakarta. Seperti dalam pemberitaan detikOto sebelumnya Mobil listrik cukup diminati konsumen fleet (armada) Tanah Air. Setelah Blue Bird melakukan gebrakan dengan memilih mobil listrik Tesla dan BYD sebagai armadanya, giliran GrabCar yang menjadikan mobil listrik Hyundai Ioniq untuk layanan taksi premium bandara.

Berbicara soal Hyundai Ioniq, mobil listrik asal Korea Selatan itu dikabarkan juga diincar oleh Blue Bird, untuk dijadikan sebagai salah satu armada ramah lingkungannya. Hal itu dikatakan langsung oleh Vice President of Hyundai Motor Asia-Pacific HQ, Lee Kang-Hyun.

"Kami sudah mulai kerja sama dengan Grab, sudah ada contohnya di jalan. Dan memang dari Blue Bird juga ada rencana supaya customer-customer-nya bisa memanfaatkan dan bisa mencoba electric vehicle dari Hyundai," bilang Kang-Hyun, dalam sebuah diskusi virtual, belum lama ini.

Kang-Hyun menjelaskan, mobil listrik buatan Korea Selatan seperti Hyundai Ioniq, memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil listrik keluaran Amerika Serikat. Kendati harganya lebih murah, mobil listrik Korea Selatan diklaim berani diadu soal kualitas.

"Hyundai terkenal di dunia dengan electric vehicle yang bagus dan sebagai tambahan Hyundai ada pilihan hydrogen vehicle juga," lanjut Kang-Hyun.

PT Blue Bird Tbk meluncurkan layanan taksi dengan armada mobil listrik. Blue Bird menjadi perusahaan transportasi pertama yang menyediakan taksi listrik. Armada terbarunya untuk layanan Bluebird menggunakan merek BYD e6 A/T sedangkan Silverbird, Tesla Model X 75D A/T. BYD e6 digunakan untuk taksi reguler, sementara Tesla Model X menjadi taksi premium Silverbird.PT Blue Bird Tbk meluncurkan layanan taksi dengan armada mobil listrik. Blue Bird menjadi perusahaan transportasi pertama yang menyediakan taksi listrik. Armada terbarunya untuk layanan Bluebird menggunakan merek BYD e6 A/T sedangkan Silverbird, Tesla Model X 75D A/T. BYD e6 digunakan untuk taksi reguler, sementara Tesla Model X menjadi taksi premium Silverbird. Foto: Rifkianto Nugroho

Bicara harga, Hyundai Ioniq dibanderol dengan harga di bawah Rp 500 juta. Mengutip dari laman Samsat Pajak Kendaraan Bermotor Jakarta, berdasarkan penelusuran salah satu pelat nomor armada mobil listrik itu, mobil ini tercantum atas nama PT Teknologi P Indonesia (TPI).

Merek Hyundai Ioniq terdaftar punya nilai jual Rp 454 juta. Sementara untuk pajak tahunannya sendiri untuk PKB Pokok Rp 9.534.000, ditambah SWDKLLJ Rp 143 ribu, totalnya Rp 9.677.000.

Bicara soal spesifikasi, di atas kertas, Hyundai Ioniq Electric memiliki kapasitas baterai 38,3 kWh dan dapat diisi ulang hingga 80 persen hanya dalam 57 menit dengan fast-charging (50-kW).

Saat baterai terisi penuh, Hyundai Ioniq Electric mampu menempuh jarak mengemudi hingga 373 km (berdasarkan NEDC). Fitur e-motor atau Permanent-magnet synchronous motor menghasilkan 136 ps dan 295 Nm Torsi, yang dilengkapi dengan charger on-board standar 7.2-kW.



Simak Video "Mobil Listrik Anak Bangsa, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com