Kamis, 23 Apr 2020 12:10 WIB

Ini Mekanisme 'Pengusiran' Pemudik di Jalan Tol

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Suasana arus lalu lintas ramai lancar di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 12, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). Pemudik akan diminta putar balik. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Masyarakat dilarang mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Persiapan larangan mudik di lapangan terus dimatangkan.

Nantinya, di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga juga akan dibuatkan pos penyekatan pemudik. Pemudik akan diminta putar balik.

Menurut Direktur Operasi Jasa Marga, Subakti Syukur, di dalam tol Jasa Marga nantinya akan ada penyekatan untuk kendaraan pribadi dan angkutan penumpang. Untuk di Tangerang, lalu lintas dari Banten mengarah ke Jakarta rencananya akan disekat di Cikupa. Sementara arah sebaliknya dari Jakarta menuju Banten disekat di Bitung. Sedangkan di tol Jakarta-Cikampek, untuk keluar Jakarta akan ada penyekatan di Cikarang Utama/Cikarang Barat Km 29. Sementara dari arah timur ke arah Jakarta akan disekat di Karawang Km 47.

Namun, hanya kendaraan pribadi dan angkutan penumpang yang akan diminta putar balik. Sementara angkutan logistik, ambulans dan beberapa kendaraan yang dibolehkan tetap bisa melintas.

"Jadi kendaraan-kendaraan besar barang (logistik), itu nanti di daerah dekat penyekatan itu ada (sign) boleh ambil lajur yang kanan. Sedangkan kendaraan pribadi di kiri. Jadi kalau memang kendaraan pribadi itu bukan dinas langsung dibuang ke luar," kata Subakti kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (23/4/2020).

Ia mencontohkan di Cikarang. Nantinya, kendaraan penumpang akan dibuang ke luar tol.

"Kalau mau balik lagi (ke Jakarta) bisa lewat arteri, atau bisa balik lagi mutar masuk tol lagi ke arah jakarta. Kalau mau balik masuk tol, keluar dulu Cikarang Barat kan ada putaran, balik arah nanti masuk tol lagi bisa. Jadi bukan diputarbalikkan di TKP atau di median, itu kan bahaya. Jadi dikeluarkan, nanti mau balik lagi Jakarta keluar tol dulu," ujar Subakti.

Kata Subakti, hari ini rencananya akan dieksekusi semua di lapangan. Sebab, larangan mudik akan berlaku efektif malam ini mulai pukul 00.00 WIB.

Sementara itu, pos penyekatan pemudik tak hanya ada di jalan tol. Polri akan membangun 19 titik untuk menyekat pemudik. Ini semua menjadi bagian dari Operasi Ketupat Polri menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2020.

"Chekpoint ini akan berada di beberapa ruas-ruas gerbang tol termasuk juga beberapa titik yang strategis di beberapa arteri jalan dalam rangka membatasi masyarakat yang akan mudik ke daerahnya masing-masing," kata Kasubdit Jemenopsrek (Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas) Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol. Indra Jafar, dalam video conference bersama YLKI, Rabu (22/4/2020).



Simak Video "Cegah Pemudik Bandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com