Mengutip Reuters, Senin (2/12/2019), PHK itu akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun ke depan. Daimler melakukan hal ini karena mereka harus berinvestasi dalam kendaraan listrik dan di sisi lain karena ada penurunan penjualan.
Baca juga: Eropa Selidiki Kartel Mobil Jerman |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemotongan jumlah pekerja itu diumumkan setelah Daimler mendapatkan persetujuan dari kalangan serikat pekerja. Selain itu Daimler juga mengurangi posisi manajemen di seluruh dunia sampai 10 persennya.
Daimler sebelumnya di bulan November merencanakan pengurangan biaya sampai 1,4 miliar euro sampai akhir tahun 2022. Pemotongan biaya salah satunya adalah dengan melakukan pengurangan pekerja.
Sebelumnya, beberapa hari lalu, Audi, juga mengurangi 9.500 pekerja sampai 2025. Sementara produsen Jerman lainnya, BMW mengambil langkah efisiensi lain dengan mengurangi bonus dan skema pembayaran lain kepada karyawan.
Halaman 2 dari 1
(ddn/rgr)













































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun