Minggu, 10 Nov 2019 07:05 WIB

Hengkang dari Indonesia, Chevrolet Bakal Sulit Balik Lagi

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Rizki Pratama Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Satu lagi pabrikan asal Amerika Serikat memutuskan untuk tidak memperpanjang bisnisnya di Indonesia. Pabrikan tersebut adalah Chevrolet yang mengonfirmasi menghentikan penjualan di Tanah Air pada 2020.

Hengkangnya Chevrolet dari industri otomotif Indonesia tentunya menimbulkan kerugian besar. Tak hanya bagi konsumen dan penggemar fanatik, tapi juga untuk brand Chevrolet sendiri.

Dijelaskan pengamat otomotif Bebin Djuana, akan sulit bagi Chevrolet jika suatu saat ingin kembali lagi berdagang di Indonesia. "Saya lihatnya sayang aja, bahwa bangun kepercayaan publik terhadap sebuah brand itu kan susah sekali. Dan ketika sudah ada yang suka dengan brand tersebut, terus main tinggal gitu aja, kesannya kayak digeletakin gitu aja. Buat saya itu nggak bagus," kata Bebin, kepada wartawan, di Senayan, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).



"Pengaruh jangka panjang pasti ada dan tidak mudah untuk kembali (lagi ke Indonesia)," lanjut Bebin.

Menurut Bebin seharusnya perusahaan yang berencana hengkang dari Indonesia memikirkan juga dampak jangka panjangnya.



"Soal konsumen sedikit atau banyak itu relatif. Jumlah konsumen yang memakai produk tersebut itu kan harus diperhitungkan. Apalagi yang baru beli, yang masih ada garansinya. Itu nanti yang mengurusi siapa? Memang mereka bisa aja nunjuk pihak ketiga untuk urus aftersales, tapi konsumen yang baru makai gimana?" katanya lagi.

"Jadi akan ada dua tipe konsumen yang terdampak, yang betul-betul fanatik akan disakiti dan yang baru beli juga pasti akan kecewa banget. Dan ketika suatu saat mereka akan kembali lagi, akan sulit sekali untuk mendapat kepercayaan (lagi)," ujarnya.

Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com