Keistimewaan yang sudah berlaku adalah mobil listrik bebas melintas di jalur ganjil-genap Jakarta. Mobil listrik juga dibebaskan dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Jokowi menyebut ke depan diharapkan para pemilik mobil listrik mendapatkan insentif lain seperti parkir gratis, juga BBN gratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberian insentif untuk merangsang pertumbuhan mobil listrik memang sudah dilakukan beberapa negara. Mengambil contoh Norwegia yang sangat memanjakan pengguna mobil listrik. Saat mendorong penggunaan mobil listrik di negaranya, Norwegia memberikan insentif yang cukup banyak.
Mulai dari pajak mobil listrik yang dipangkas, bebas bayar parkir, tol, hingga diperbolehkan menggunakan jalur bus. Sedangkan mobil berbahan bakar bensin justru pajaknya dinaikkan.
"Ada negara yang memberi subsidi sekian dolar apabila membeli mobil listrik. Dimulai seperti Jakarta, saya kira bisa dimulai dengan bisnya, transportasi umum, bisa dimulai mendorong taksi-taksinya. Saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan agar mulai didorong seperti itu, bisa saja sepeda motor listrik yang sudah diproduksi oleh kita sendiri didorong untuk digunakan di DKI dulu, dibelikan oleh Pak Gubernur bisa saja, kenapa tidak," ujar Jokowi.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit