Di bulan April lalu, penjualan mobil di China mencapai 1,98 juta. Di Indonesia, produsen mobil sudah ngos-ngosan mengejar angka sejuta unit saja. Meski mencapai 1,98 juta, angka penjualan mobil China itu tergolong turun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Reuters, angkanya turun 14,6 persen. Itu berarti ada penurunan konstan selama 10 bulan berturut-turut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain yang melemahkan penjualan adalah penerapan standar emisi baru yang dipercepat di beberapa provinsi China. Kendaraan yang dirilis harus memiliki angka emisi yang lebih rendah.
Namun di saat penjualan mobil melemah, pabrikan Jepang seperti Toyota dan Lexus malah mengalami kenaikan sampai 20 persen. Padahal merek China seperti SAIC dan partner VW serta GM di China, malah turun 16,8 persen.
"Mobil-mobil Jepang memiliki produk-produk yang lebih siap menghadapi standar emisi baru. Di saat yang bersamaan mereka menawarkan lebih banyak produk dengan harga terjangkau," ujar seorang pejabat CAAM.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE