Selasa, 09 Apr 2019 18:23 WIB

Ditahan 108 Hari, Mantan Bos Nissan Bicara Konspirasi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Reuters/Regis Duvignau/File Photo Foto: Reuters/Regis Duvignau/File Photo
Tokyo - Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, sempat ditahan karena skandal keuangan. Kini, Ghosn telah bebas dengan jaminan meski ditangkap kembali pekan lalu dengan tuduhan bahwa ia menggunakan dana perusahaan untuk memperkaya diri hingga US$5 juta.

Ghosn pun angkat bicara atas kasus yang melibatkannya. Melalui channel YouTube Carlos Ghosn, dirinya berbicara kepada publik untuk pertama kalinya setelah ditangkap tahun lalu. Rambut Ghosn sudah terlihat memutih.



Di video itu, Ghosn mengungkapkan kecintaannya kepada Nissan dan Jepang. Terlebih, ia menetap di Jepang dan menangani Nissan selama 20 tahun.

Saat dituduh sebagai diktator rakus, Ghosn mengaku dirinya tidak bersalah atas tuduhan itu. Kata dia, ini adalah konspirasi, pengkhianatan oleh mantan rekannya.

"Ini konspirasi. Ini bukan tentang keserakahan atau kediktatoran, ini tentang plot, ini tentang konspirasi, ini tentang pengkhianatan," kata Ghosn dalam video itu.

Sambung Ghosn, persekongkolan ini timbul karena ketakutan bahwa Ghosn akan membawa Nissan lebih dekat dengan pemegang saham utamanya, Renault.



"Ada kekhawatiran bahwa langkah berikutnya dari aliansi dalam hal konvergensi dan dalam hal bergerak menuju merger, dengan cara tertentu akan mengancam beberapa orang, atau pada akhirnya mengancam otonomi Nissan," katanya.

Kata dia, otonomi ini tidak pernah terancam dalam 19 tahun terakhir ketika ia berada dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. "Tetapi otonomi ini harus didasarkan pada performa. Performa Nissan tidak bagus, sudah banyak menurun," katanya.

Ghosn kemudian membocorkan beberapa eksekutif yang untuk kepentingan mereka dan ketakutan mereka sendiri menciptakan banyak penghancuran value atau nilai. Meski, Ghosn tidak menyebut pasti namanya.

"Nama, Anda kenal mereka. Kami berbicara tentang orang-orang yang benar-benar memainkan permainan yang sangat kotor. Mudah-mudahan kebenaran dan fakta akan terungkap," ujar Ghosn.

[Gambas:Youtube]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed