Sabtu, 02 Mar 2019 17:08 WIB

Teknologi Mobil untuk Lindungi Pejalan Kaki

Ridwan Arifin - detikOto
Teknologi Mobil untuk Hindari Tabrak Pejalan Kaki. Foto: IIHS Teknologi Mobil untuk Hindari Tabrak Pejalan Kaki. Foto: IIHS
Jakarta - Lengahnya pengemudi menjadi salah satu faktor penyumbang angka kecelakaan terhadap pejalan kaki. Berangkat dari hal tersebut Insurance of Highway Safety (IIHS) Amerika Serikat menemukan teknologi peranti pedestrian detector untuk pengereman secara otomatis pada mobil demi menghindari kecelakaan.

Manajer Pengujian Keselamatan IIHS David Aylor mengatakan untuk menerapkan peranti tambahan ini, pihaknya akan bekerja sama dengan produsen otomotif.

"Kami ingin mendorong produsen untuk memasukkan kemampuan deteksi pejalan kaki karena mereka melengkapi lebih banyak kendaraan mereka dengan sistem pengereman darurat otomatis," kata David Aylor seperti dikutip dari CNBC.



Aylor menjelaskan cara kerja peranti tambahan ini tidak langsung menghentikan laju mobil, berisiko juga terhadap pengemudi. Namun dengan cara bertahap mengurangi kecepatan.

Sebelumnya IIHS melakukan serangkaian tes yang menempatkan crash dummies di beberapa skenario tabrakan pejalan kaki yang paling umum untuk melihat apakah 11 SUV kecil berhenti tepat waktu atau secara signifikan melambat sebelum terjadi kecelakaan.

IIHS menjalankan tiga tes: tes kecelakaan menyeberang di depan kendaraan, boneka berjalan di samping kendaraan (untuk menguji apa yang terjadi ketika seseorang berjalan di bahu jalan tersesat ke lalu lintas) dan boneka anak melesat keluar ke jalan dari belakang kendaraan yang diparkir. SUV diuji pada kecepatan 12 dan 25 mph.



"Secara keseluruhan, sistem ini berkinerja sangat baik," kata David Aylor.

"Sembilan dari 11 model menghindari kecelakaan atau secara signifikan melambat untuk mengurangi dampak tabrakan," tambah Aylor.

Dalam sebagian besar pengujian, SUV berhenti tepat waktu atau melambat secara signifikan untuk membatasi dampak tabrakan kendaraan ke pejalan kaki.

"Tes ini menunjukkan kerja teknologi," kata Aylor.

"Dan karena kamera dan radar memicu SUV untuk melambat, teknologinya bekerja terlepas dari apa yang dilakukan pengemudi." pungkasnya. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com