Selasa, 19 Feb 2019 09:26 WIB

Bus Malam Sudah 'Minum' Biodiesel B20, Pemerintah Jangan Plin-plan

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Aturan pemerintah terkait penggunaan biodesel B20 sudah digulirkan sejak September 2018. Perusahaan Otobus (PO) membuka tangan perihal penggunaan biodiesel B20 untuk armadanya.

Kurnia Lesani Adnan yang juga memiliki PO Bus Antar Kota Provinsi (AKAP) memberikan catatan sedikit kepada pemerintah terkait B20. Ia berharap agar pemerintah konsisten menyalurkan bahan bakar agar tidak kehabisan stok sehingga membuat antrean mengular.



"Kita kan sudah kadung B20 dari awal pemerintah ungkap masalah bahan bakar mau dijadikan B20, kita sebagai anak bangsa akan gunakan. Tinggal konsistensi pemerintah yang perlu dijaga," kata Kurnia kepada detikOto melalui sambungan telepon, Senin (18/02/2019).

"Konsisten dari segi kualitas dan supply, karena dua hal tersebut adalah prioritas," tambah Kurnia.

Lebih lanjut Kurnia juga mengungkapkan bahwa kualitas dari setiap SPBU lebih diperhatikan. Lantaran ia pernah menemukan kasus kualitas bahan bakar berbeda sehingga menyebabkan mesin bus brebet.



Ia juga menyoroti soal distribusi BBM bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memberlakukan sistem zonasi dan pembatasan jumlah untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar dan premium untuk mengurai antrean panjang yang menyebabkan kemacetan jalan.

"Saya dapat kabar di daerah tertentu juga supply dari B20 tidak konsisten. Namun belakangan ini sudah mulai konsisten, dibandingkan dengan akhir tahun lalu," kata Kurnia.

"Seperti contoh di daerah saya di Bengkulu itu supply sempat bermasalah. Mobil antre pagi dapat solarnya sore, sampai Plt Gubernur mengeluarkan aturan untuk mengisi BBM per zonasi," ungkap Kurnia. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed