Kedatangan pendatang baru, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Toyota. Ditambah lagi pilpres 2019 bakal dilaksanakan tahun depan. Meski begitu, Toyota yang tak pernah absen menjadi mobil terlaris di Indonesia mengaku tak memiliki strategi khusus untuk menghadapi tahun 2019.
Baca juga: Teka-teki Soal Avanza Baru |
"Banyak orang mengatakan 2019 market itu keliatannya slowing down karena melihat data yang sebelumnya pemilu dan lain sebagainya, 'oh pemilu turun satu tahun kemudian baru naik'" ungkap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota sendiri tetap pada fokusnya untuk lebih dekat ke konsumen-konsumennya di Indonesia.
"Memang sekarang kita customer yang udh punya dijaga kita layani lebih dekat dengan customer setelah itu lihat marketnya. Marketnya akan naik sedikit dibanding tahun ini," jelasnya.
"Kalau Toyota gimana? At least kita mau jaga ankanya kalau bisa sama dengan tahun ini," tutup Soerjo. (dry/lth)











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan