Deputy Director Sales and Network Development Mercedes-Benz Indonesia, Karianto Hardjosoemarto menegaskan kondisi ekonomi saat ini tidak ada pengaruh terhadap harga jual kendaraan mereka, namun kenaikan dolar ini di sisi lain justru mempengaruhi konsumen mereka di Indonesia yang kebanyakan berasal dari kalangan pebisnis.
Baca juga: Dolar AS Lengser dari Rp 15.200 |
"Impact terbesar sebenarnya paling dirasakan oleh konsumen kami. Pembeli Mercedes-Benz kebanyakan pengusaha, sehingga kalau usaha mereka yang perlu ekspor dan impor dan menggunakan dolar maka mereka akan mempertimbangkan untuk membeli mobil baru," ujar Karianto kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Regulasi pemerintah membatasi kendaraan dengan engine displacement besar. Kalau ada peminat yang membeli mobil bermesin 4.000 cc V8, kalau kena regulasi pemerintah sekian, engine di atas 3.000 cc sekian, ultra luxury tax sekian, sehingga mendapatkan harga akhir yang cukup mencengangkan," tambah Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia Hari Arifianto.
Meskipun demikian Hari mengaku masih ada konsumen yang memesan. Contohnya Mercedes-Benz AMG G63 seharga sekitar Rp 5 miliar yang sudah ditunggu 3 pemesannya. Harga tersebut belum termasuk tambahan biaya dari pajak dan regulasi yang berlaku saat ini di Indonesia
Mercedes-Benz sendiri baru meluncurkan 3 mobil baru yakni Mercedes-Benz A-Class, CLS dan V 260 untuk pasar Indonesia. "Kendaraan ini kita launching dan customer sudah bisa pesan sekarang untuk delivery akan dilakukan mulai akhir November," ujar Karianto. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun