Kamis, 04 Okt 2018 15:46 WIB

Diskusi Kendaraan Listrik

Mirip Motor 2 Tak, Mobil Bensin Juga Perlahan-lahan Bakal Punah

Dina Rayanti - detikOto
Diskusi mobil listrik detikcom bersama CNN Indonesia. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Meski sudah banyak tersebar di negara-negara maju, mobil listrik menjadi salah satu barang langka di Indonesia. Mobil listrik yang berseliweran di jalanan Tanah Air jumlahnya masih bisa dihitung jari.

Padahal kalau bicara teknologi sebenarnya para produsen mobil yang menjual mobilnya di sini pun sudah memiliki produk berupa mobil listrik baik itu hybrid, plug-in hybrid, full listrik, hingga fuel cell.


Mobil listrik di Indonesia masih kalah pamor dengan mobil berbahan bakar konvensional seperti bensin dan solar. Salah satu pemicunya adalah harga mobil yang melambung tinggi.

Meski begitu, seiring dengan perkembangan teknologi mobil listrik diprediksi bisa menggantikan posisi mobil bensin layaknya motor 2 tak pada zamannya. Seperti diketahui motor 2 tak sempat menjadi primadona pada masanya, namun kini sudah tergantikan dengan motor 4 tak.

"Ini alamiah saja seperti 2 tak ke 4 tak dari manual menjadi automatic," tutur Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara dalam Diskusi Kendaraan Listrik yang diadakan detikcom bersama CNN Indonesia di 100 Eatery and Bar, Jakarta, Kamis (4/10/2018).


Bagi Otolovers yang masih belum ingin beralih ke mobil listrik tak perlu khawatir dengan semakin jarangnya mobil berbahan bakar konvensional. Kukuh menyebut mobil dengan bahan bakar bensin atau solar masih ada di tahun 2050.

"Memang akan ada peralihan karena kondisi BBM yang makin susah didapat, sampai 2040-2050 ICE (Internal Combustion Engine) masih ada namun bervariasi karena sudah ada yang menggunakan biofuel, ethanol, biodiesel," tutupnya.

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com