Sabtu, 09 Jun 2018 08:15 WIB

Mudik Pakai Mobil LCGC, Amankah?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Gerbang Tol Cileunyi H-7 Lebaran (Wisma-detik) Foto: Gerbang Tol Cileunyi H-7 Lebaran (Wisma-detik)
Jakarta - Pemudik yang menggunakan mobil pribadi memanfaatkan beragam jenis mobil. Mulai dari mobil keluarga atau MPV hingga SUV. Mungkin ada pula yang menggunakan mobil LCGC (low cost green car).

Pereli nasional sekaligus duta safety driving, Rifat Sungkar, mengatakan Mobil LCGC pada dasarnya adalah kendaraan yang didesain untuk di perkotaan. Kalau pemudik menggunakan mobil LCGC keluar kota, Rifat menyebut mereka harus mengetahui faktor risikonya.



"Perlu diingat bahwa pada dasarnya mobil LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek sehingga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman," kata Rifat tertulis dalam siaran pers yang diterima detikOto, Sabtu (9/6/2018).

Rifat melanjutkan, ukuran ban mobil LCGC juga cenderung lebih kecil. Padahal, jalanan di Indonesia masih banyak yang rusak, bahkan lubang jalan lebih besar daripada mobil LCGC.

"Jadi bisa dibilang faktor risiko menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung sangat tinggi," sebutnya.

Tak cuma mobil LCGC yang punya risiko tinggi, sebenarnya. Semua jenis mobil juga punya risiko. Karena, kata Rifat, bahaya di perjalanan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Rifat mengimbau, apa pun jenis kendaraan yang digunakan, lakukanlah manajemen waktu dengan baik.

"Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation (persiapan), reaction (reaksi), dan anticipation (antisipasi)," ungkap Rifat.



Hal sederhana yang dapat Anda lakukan, seperti melakukan istirahat 15 menit setelah berkendara selama 3 jam untuk sekadar mengisi ulang tenaga dan menarik napas.

"Kita bukan robot dan itu adalah body hour kita. Jangan pernah memaksa dan ngotot. Istirahat itu alamiah. Lebih baik sabar sedikit daripada membahayakan diri sendiri atau orang-orang di sekitar," ucap Rifat. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed