Pendapat Toyota saat Semakin Banyak Merek Mobil di Indonesia

Pendapat Toyota saat Semakin Banyak Merek Mobil di Indonesia

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Sabtu, 05 Mei 2018 07:50 WIB
Pendapat Toyota saat Semakin Banyak Merek Mobil di Indonesia
Toyota C-HR Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Pasar roda empat di Indonesia semakin ramai dengan datangnya produsen asal China, Wuling dengan produk MPV-nya Confero dan Cortez, sedangkan Sokon hadir dengan SUV-nya Glory 580. Hal tersebut dianggap punya pengaruh baik untuk industri otomotif roda empat tanah air.



Seperti yang dikatakan Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, dengan datangannya produsen baru yang ikut bersaing di pasar mobil Indonesia merupakan sesuatu yang baik, terutama dalam meningkatkan industri mobil Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelek kalau kanibalisasi," ujarnya saat dihubungi detikOto, Jumat (5/4/2018).

Semakin ramainya pasar kata Soerjo jangan hanya dilihat dari segi persaingannya, namun lebih dilihat dari keuntungan yang didapatkan industri dengan masuknya para produsen mobil baru.



"Mungkin harus dilihatnya bukan ke persaingan antar maker (produsen), ada baiknya dilihat apakah market otomotif nasional kita tumbuh, menurut saya seperti itu," tuturnya.

Selain itu, dari segi konsumen juga harus dilihat. Karena menurutnya, semakin banyak produsen ataupun produk yang hadir di Indonesia, maka konsumen makin banyak pilihan, dan puas dengan beragam produk yang punya tampilan dan fitur yang berbeda-beda, semua ada di Indonesia.

Meski dengan begitu tak dapat dimungkiri, persaingan di pasar kata Soerjo akan lebih ketat.

"Customer memiliki pilihan yang semakin bervariasi, dengan kata lain persaingan semakin mengetat antar maker. Hadirnya produk baru seperti Xpander dan Ertiga mengisi sisi emotional dari customer seperti halnya Mobilio saat di launch pertama kali," papar Soerjo.



Begitu juga dengan dua produsen asal negeri tirai bambu yang datang ke Indonesia dengan modal pabrik canggih dan melahirkan mobil disegmen yang banyak dilirik konsumen, dengan harganya yang miring.

"Menghadirkan pilihan baru untuk pelanggan untuk kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau dengan fitur-fitur yang bagus pula," lanjut Soerjo.

"Seperti saya bilang di awal yabg penting total automotive (industri)," tandasnya. (khi/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads