Seperti yang dikatakan Marketing and After Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy, akhir pekan kemarin di Jakarta.
"Dengan penggunaaan turbo, itu harus ada benefitnya untuk konsumen. Ini masalah sosialisasi saja, mungkin di media sosial Anda bisa lihat, kok Turbo? Perawatannya kan susah? Jadi dia (konsumen-Red) tidak tahu kalau turbo itu seperti apa, banyak pemahaman yang belum luas mengenai turbo," kata Jonfis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita yakin, kita menjadi yang pertama di segmen ini (akan sukses-Red). Karena Honda memang begitu, kita ingin memasukkan teknologi ini bukan ada penundaan karena cost, Karerna kami yakin ini (turbo) sangat masuk (cocok untuk Indonesia), dan agar konsumen mengerti," katanya.
"Servicenya tidak masalah, sama saja dengan perawatan berkala. Tidak ada yang susah, karena ini berbeda dengan turbo bolt on, yang mesinnya harus bekerja lebih berat dan lain-lainya, ini (turbo di Honda-Red) baru," katanya. (lth/dry)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun