Di luar negeri, mobil sedan dan jenis SUV cukup baik. Sehingga jika Indonesia bisa memanfaatkan peluang ini bisa menaikkan angka ekspor kendaraan buatan Indonesia.
Bukan hanya itu saja, soal mobil ramah lingkungan pun Indonesia bisa dibilang tertinggal dari negara tetangga Malaysia dan Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bikin studi cukup mahal, cukup lama mudah-mudahan bisa beres segera kita paparkan. Tapi tujuannya cuma satu bagaimana menata industri otomotif Indonesia sehingga jangan berpihak pada satu model atau satu jenis saja," jelas Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi di Jakarta.
"Kita mesti sadar kalau kita hanya bikin jenis A sementara di dunia yang penting jenis B,C,D ya kita nggak bisa ekspor," lanjut Nangoi. (dry/ddn)










































