Direktur Senior Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Edward Otto Kanter mengatakan, pihaknya menganggap target tersebut bisa tercapai karena adanya beberapa faktor.
"Pertama karena ada varian baru seperti Sienta, dan destination (tujuan ekspor) baru juga kita kembangkan seperti Vietnam, kemudian Filipina, itu kita naikkan di Innova-nya naik," ujarnya kepada wartawan, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian Singapura, Malaysia dan itu yang paling baru. Kita juga mau memperluas ke Timur Tengah. Secepatnya kalau bisa. Tapi masih ada yang perlu dipelajari dahulu," katanya.
Senada dengan Edward, GM Production Control Division, Lian Estiawan menuturkan, adanya Sienta sebagai penambahan produk ekspor dirasa akan memuluskan target peningkatan 10 persen tersebut.
"Jadi mulai tahun ini Vietnam akan menerima ekspor CBU Fortuner dari kita. Sebelumnya mereka menerima CKD dari Thailand, dan Indonesia. Tapi tahun ini terkait perubahan struktur, terutama pajak mereka, dibandingkan mereka impor mereka akhirnya memutuskan membeli langsung dari Indonesia," tambahnya. (khi/rgr)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta