Menurut catatan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dari Januari-Oktober 2016, penjualan Nissan hanya 11.895 unit. Banhkan, pada bulan Oktober 2016, Nissan hanya melepas 880 unit.
Vice President Director of Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia, Davy J Tuilan mengakui, penjualan Nissan di Indonesia belum optimal. Namun, Davy bertekad untuk membuat Nissan kembali bangkit di pasar Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Davy, itu semua tergantung dengan fundamental bisnis Nissan di Indonesia. Konsumen di Indonesia sebelum membeli mobil lebih memikirkan layanan purnajual. Untuk itu, Nissan menyiapkan layanan purnajual yang lebih baik.
"Mengenai pelayanan purnajual, saya terus terang belum bisa share sekarang. Tapi nanti akan ada suatu inisiatif yang luar biasa di sisi purnajual. Karena orang-orang sekarang itu sudah lebih educated dibandingkan konsumen-konsumen 10-15 tahun lalu. Jadi sekarang ketersediaan sparepart, cost of ownership mereka sudah menghitung. Tugas wiraniaga kami harus sanggup menjelaskan ke mereka tentang cost of ownership. Misalnya kalau dipakai 50.000 km kira-kira ongkos perawatanya berapa. Hal-hal seperti itu harus diperhatikan, lalu pelayanan ke konsumen juga," ujar Davy. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi