Menurut Nissan, belum tentu fitur yang tidak selengkap mobil yang dijual di negara lain menyangkut soal harga. General Manager Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin mengatakan, sebuah fitur diadopsi atau tidaknya untuk pasar Indonesia tidak melulu karena dari segi harga.
"Bisa jadi dari infrastruktur. Pada akhirnya kita tidak adopt fitur itu karena infrastruktur, ada juga fitur yang pada dasarnya memang mahal," kata Budi dalam acara Nissan Media Workshop 2016 di Bandung, Jumat (2/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cruise control misalnya, kelihatannya canggih, padahal itu urusan kabel. Tidak semua fitur itu harganya mahal. Tapi pada akhirnya kita tidak adopt beberapa fitur itu bisa jadi karena infrastruktur, tapi ada juga fitur yang mahal. Sesuai konsep ekonomi juga. Jadi, semakin banyak fitur ini dipakai, cost-nya turun. Begitu fitur ini diaplikasikan, dan karena ini tidak hanya diaplikasikan di Indonesia saja, tapi secara global, jadi cost ptoduction pun juga akan turun secara drastis," kata Budi. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik