"Itu dia, yang mungkin orang belum banyak tahu adalah aliansi. Renault itu memanfaatkan aliansi ini kerja sama dengan Nissan, makanya kami lihat ada celah. Celahnya di mana? Kalau saya boleh ngomong, merek lain punya pabrik di Thailand, tapi saya punya di Korea dan India, itu semua ada FTA-nya. Jadi kalau yang lain enggak berani, Renault tetap berani," kata Head of Sales and Marketing Division PT Auto Euro Indonesia, Ario Soerjo di Jakarta.
Selain itu, Renault juga masih berencana untuk membuat pabriknya di Indonesia agar semakin mengokohkan bisnisnya di Indonesia. Namun masih melihat potensi yang ada di pasar ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepercayaan diri Renault didukung oleh dua produk terbarunya yang baru diluncurkan kemarin di kelas SUV yaitu Koleos dan Kwid.
"Memang iya (penjualannya sedikit), paling tinggi cuma 200-an kok, dan itu hanya Duster. Maka dengan adanya dua ini jadi tambahan, saya nggak muluk-muluk kok, Koleos 200 dan Kwid 800," tutur Ario. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun