Perlambatan ekonomi sudah mempengaruhi pasar domestik Thailand dan juga ekspor Thailand sejak awal tahun. Demikian pernyataan Toyota Thailand seperti dilansir Reuters, Sabtu (9/7/2016).
Padahal Thailand merupakan pusat produksi dan ekspor bagi Toyota di kawasan regional. Turunnya pasar sudah mengurangi angka produksi, jam lembur dan pendapatan bulanan yang ditawarkan pada karyawan. Toyota menawari program pengurangan untuk 800 orang karyawan tapi nyatanya lebih banyak pekerja yang menginginkan pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota menguasai sepertiga pasar otomotif di Thailand dan memiliki 18.000 pekerja, 40 persen dari pekerja itu adalah pekerja subkontraktor.
Penjualan mobil di Thailand sudah menurun setiap bulan sejak Mei 2013, setelah pemerintah menghentikan program subsidi mobil pada 2012. Pada bulan Januari Toyota memperkirakan penjualan mobil Thailand akan turun 10 persen menjadi 720.000 unit pada 2016.
Meski begitu, pemangkasan pekerja di Thailand takkan menular ke pabrikan mobil lainnya. "Saya rasa produsen mobil lainnya tidak akan langsung mengikuti langkah Toyota karena produksi, ekspor dan pasar domestik di bulan Mei masih naik. Masih ada harapan," begitu analisis dari jubir federasi industr (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun