Dalam kurang dari dua bulan, lebih dari 78.000 konsumen sudah mendaftar menggunakan layanan berbagi kendaraan ini. Kota ini memang memiliki jumlah penduduk yang banyak, sekitar 30 juta penduduk. Jadi wajar jika pertumbuhannya cukup tinggi.
Sebagai perbandingan, lokasi car2go terbesar di Eropa dan Amerika Utara membutuhkan sekitar 4-5 tahun untuk mendapatkan 100.000-130.000 konsumen yang daftar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal di Chongqing melebih ekspektasi kami," ujar CEO car2go, Roland Keppler dalam siaran pers, Rabu (8/6/2016).
Layanan car2go di Chongqing meliputi area sekitar 60 km persegi di pusat kota, termasuk Yubei, Jiangbei dan Yuzhong.
Dengan menggunakan mobil kecil seperti smart, kendaraan car2go menghemat ruang parkir, mengurangi polusi udara dan mengurangi kemacetan. Orang pun tak perlu beli mobil. Kira-kira cocok tidak di Jakarta ya? (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?