Dilansir Automotive News, Rabu (6/4/2016), 26 model mobil ramah lingkungan tersebut terdiri dari 12 mobil bertenaga hybrid, 6 mobil plug-in hybrid, 2 mobil listrik, dan 2 mobil hidrogen di jajaran Hyundai dan Kia.
Dari jajaran tersebut, beberapa diantaranya sudah ada yang dijual di pasaran. Merek Hyundai telah menjual beberapa mobil hybrid dan listrik seperti Sonata Hybrid, Sonata Plug-in, Ioniq Hybrid, Ioniq Plug-in, Ioniq ELectric, Grandeur Hybrid, dan mobil hidrogen Tucson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berani untuk meluncurkan 26 mobil ramah lingkungan, Hyundai dan Kia tidak menjadikan strategi itu untuk mengalahkan Toyota yang telah menguasai pasar. Hyundai secara realistis memprediksi bahwa mobil ramah lingkungan buatannya akan berada di bawah Toyota.
Hal tersebut melihat dari hasil penjualan mobil hybrid dan plug-in hybrid sepanjang 2015. Hyundai mencatat angka penjualan untuk mobil hybrid dan plug-in hybrid yaitu 42.900 unit di seluruh dunia, sementara Kia menjual 18.735 unit mobil hybrid.
Sedangkan Toyota memimpin penjualan dengan total penjualan 1,2 juta unit mobil hybrid dan plug-in hybrid di seluruh dunia pada tahun lalu.
Direktur Senior Kelley Blue Book sebagai perusahaan peneliti otomotif, Karl Brauer mengatakan meski Hyundai dan Kia berada di nomor 2, hal yang paling penting adalah mengembangkan mobil dengan biaya yang efektif utamanya pada baterai dan motor.
"Berada di nomor 2 bukanlah masalah yang terlalu penting, tapi penawaran akan mobil listrik dibutuhkan secepatnya. Hyundai-Kia harus membuat biaya baterai dan motor dengan efektif. Itu akan membutuhkan rancangan mobil yang terintegrasi dengan mudah dengan tenaga penggerak," kata Karl. (nkn/rgr)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun