Etape 4 Datsun Risers Expedition Jelajah Sumatera merupakan penutup dari 3 etape yang telah berlangsung sebelumnya. Selama tiga hari, risers diajak untuk mengeksplolarsi sejumlah tempat di Palembang, Lampung, dan berakhir di Jakarta.
Di Palembang, risers mengunjungi sejumlah tempat ikonik seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Stadion Jakabaring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, risers antusias bermain dengan para siswa untuk menghibur dan menginspirasi mereka melalui sejumlah permainan. Mereka juga memberikan donasi berupa dana untuk pendidikan dan fasilitas sekolah sebesar Rp 10 juta.
Belum lengkap rasanya jika mengunjungi Palembang tidak mencicipi kuliner khas daerah. Sebelum bertolak ke Lampung, risers pun diajak untuk menikmati santapan kuliner berupa Pindang Musi.
Selepas itu, ekspedisi dan tantangan dimulai saat risers beranjak menyetir menuju Lampung. Medan yang ditempuh pun cukup ekstrem sebab banyak ditemui jalan berlubang dan truk besar yang melintasi jalur tersebut.
Waktu tempuh perjalanan terbilang cukup panjang yakni hampir 12 jam hingga sampai ke kota Bandar Lampung. Hujan juga turut mengguyur selama perjalanan risers dari Palembang menuju Lampung.
Perjalanan menantang tersebut terbayarkan dengan keindahan Lampung saat risers menuju Pulau Pahawang. Hamparan laut dan udara segar mampu membayar segala keletihan yang dirasa selama perjalanan.
Tiba di Pulau Pahawang, risers pun tak ragu lagi untuk memanfaatkan momen tersebut untuk ber-snorkeling ria melihat keindahan bawah laut. Mereka turut melihat ikan khas yang dikenal lewat film Finding Nemo yakni ikan badut.
Sebelum menuju garis finish di Jakarta, risers juga sempat mengabadikan momen di titik 0 kilometer Sumatera yang terletak di Menara Siger. Lokasi tersebut tidak jauh dari pelabuhan Bakauheni yang dilalui risers menuju Jakarta dengan menggunakan kapal ferry.
Seuntai rangkaian perjalanan pun membekas bagi risers di etape terakhir DRE Jelajah Sumatera ini.
Seperti yang diungkapkan risers asal Jakarta, Prayitno. Ia mengungkapkan, baginya perjalanan di etape 4 DRE membawa pengalaman tersendiri untuk mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya Indonesia. Khususnya saat menjelajahi Palembang, Lampung, hingga Jakarta.
"Luar biasa ya. Mulai dari Palembang ke Lampung itu luar biasa sekali. Seperti kemarin kita ke Pahawang. Kekompakan satu tim dengan tim yang lainnya juga bagus. Apalagi dengan mobil yang kita pakai (Datsun Go+ Panca) akslerasinya bagus, irit bahan bakar," ungkap Prayitno.
Risers asal Bandung, Parmadi Budi juga merasakan hal serupa dengan Prayitno. Ia mengungkapkan perjalanan bersama DRE merupakan perjalanan yang asyik serta membuat ia mengetahui sejauh mana performa Datsun Go+ Panca digunakan dalam kondisi jalan yang beragam.
"Perjalanannya asyik dan ramai. Kita jadi tahu karakter mobil Datsun Go+ Panca bagus mengatasi segala kondisi perjalanan. Sedih juga sih karena ini hari terakhir. Saya inginnya kalau bisa (waktunya) lama dan bisa menyeberang ke negara tetangga. Mungkin next time kali ya," ungkap Parmadi.
Risers lainnya di etape 4 yaitu Rizal Abdurahman merasakan pengalaman baru saat mengikuti Datsun Risers Expedition. Ia mendapatkan ilmu baru tentang konvoi mobil serta terinspirasi selama perjalanan.
"Banyak kesan dan inspirasi yang saya rasakan dari DRE ini. Saya mendapat ilmu tentang konvoi dan mengoordinir mobil saat di jalan. Ini pengalaman eksplorasi saya pertama kali. Kebersamaan DRE dan tim yang mengoordinir juga luar biasa," ujar Rizal.
Perjalanan Datsun Risers Expedition pun akhirnya berakhir di Jakarta usai menempuh jarak 15.000 kilometer selama satu tahun dengan menggunakan Datsun Go+ Panca. (nkn/rgr)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi