Seperti dilaporkan Inautonews, Rabu (4/11/2015), perangkat tersebut kini tengah dikembangkan di pusat penelitian dan pengembangan Bosch di Renningen, di Jerman. Bosch menyebut, teknologi itu menggunakan basis input data dari sensor dan kamera video stereo yang dihubungkan ke sistem komputer.
Kamera dan sensor tersebut akan memantau sistuasi jalanan dan menangkap sinyal setiap ada sosok pejalan yang berada di dekat mobil dan berpotensi tertabrak. Pertama-tama, dengan data yang dikirim oleh sensor dan kamera, komputer akan memberikan peringatan kepada pengemudi tentang potensi tabrakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Thomas Gussner dari departemen penelitian dan penfembangan Bosch, dsetidaknya dibutuhkan waktu setengah detik bagi pengemudi untuk berekasi setrelah menerima peringatan dari sistem. Sistem itu, lanjut dia, berpotensi menghindarkan tabrakan hingga 60 persen.
Teknologi ini disebut bakal menjadi dasar bagi pengembangan teknologi berkendara secara otonom alias tanpa campur tangan sopir. Pabrikan ini meyakini tren teknologi otonom itu bakal menjadi tren mulai 2020 mendatang.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya