Sejumlah pendapat ahli yang dihimpun Automotivenews, Senin (28/9/2015) menyebut, sedikitnya ada 500.000 unit mobil VW yang terkena dampak dari skandal emisi itu di Amerika Serikat. Sementara, VW mengakui ada 11 juta mobil di berbagai negara.
Padahal, untuk melakukan perbaikan yang ideal bukanlah perkara mudah. Sejumlah masalah terserak di depan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, mobil yang diperbaiki kemungkinan tidak dirancang untuk mendapatkan tambahan peralatan tertentu yang signifikan seperti peralatan pengurangan katalitik. Selain itu, perbaikan seperti ini membutuhkan operasi yang besar dengan biaya yang tak murah.
"Saya menduga akan ada semacam intervensi hardware," kata Nick Molden, CEO Emisi Analytics, sebuah perusahaan yang menguji kendaraan untuk emisi dan penghematan bahan bakar.
Intervensi itu, kata dia, bisa melibatkan memasang perangkap ramping lebih baik NOx, atau LNT, untuk menurunkan emisinya. "Teori saya adalah bahwa karena daya saing menyimpang dari pasar AS, maka LNT adalah peralatan untuk mendapatkan bahan bakar yang lebih baik," kata Molden.
Padahal, perangkat seperti itu sarat dengan logam mulia yang berharga mahal, seperti platina dan rhodium. Terlebih jika digunakan perangkat yang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi, selain logam yang dibutuhkan lebih banyak, waktu yang dibutuhkan pemasok juga lebih lama.
Sementara itu, seorang ahli kalibrasi mobil global mengatakan VW bakal menghadapi tuntutan ganti rugi yang sangat besar dari konsumen. Soalnya, selain karena tingkat keiritan mobil yang menurun, penggunaan perangkat tambahan untuk perbaikan juga membutuhkan biaya yang tak kecil.
"Sulit untuk membayangkan bahwa perangkat lunak dapat diperbarui untuk memenuhi standar emisi tanpa mempengaruhi tingkat keiritan konsumsi bahan bakar atau emisi," kata ahli tersebut.
"Atau perangkat (software untuk mengakali tes emisi) itu sama sekali tidak digunakan sejak dari awal,β ucapnya.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun