Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR mengatakan, pelemahan rupiah ini bisa berdampak kepada harga mobil. Namun, Sudirman yang juga menjabat sebagai Presdir Astra Daihatsu Motor menuturkan, sampai saat ini masih belum ada kenaikkan harga pada mobil Daihatsu.
"Kita evaluasi tiga bulanan. Kami sekarang baru mereview harga untuk Mei-Juni-Juli. Jadi, kita rata-rata me-review harga itu tiap tiga bulanan. Karena masing-masing APM (agen pemegang merek) biasanya belanja komponen itu kan evaluasi exchange rate-nya tiga bulanan," kata Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang berpengaruh, terutama bahan bakunya. Yang namanya bahan baku itu sekarang hampir 95 persen masih diimpor ya kayak steel, plastik, tapi aluminium sebagian sudah lokal. Itu berpengaruh terhadap biaya produksi. Belum komponen yang masih diimpor, kan belum 100 persen dilokalkan. Kayak Xenia ini kandungan lokalnya sudah 90 persen, sama dengan Ayla. Nah sisanya kan masih ada 10 persen, 10 persen itu masih diimpor kena exchange rate," jelas Sudirman.
Hal itu juga berlaku bagi APM lain anggota Gaikindo yang memproduksi mobil di Indonesia. Karenanya, revisi harga pasti diberlakukan kalau nilai tukar rupiah tetap di atas Rp 13.500.
"Harus revisi harga jual. Dampaknya bisa-bisa penjualan malah tambah menurun. Nah harga jual itu masing-masing ditentukan APM," ujarnya.
Sudirman berharap, nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa stabil. Sebab, ketidakstabilan nilai rupiah itu bakal menyulitkan Gaikindo dan anggotanya untuk membuat perencanaan.
"Kami mengharapkan sih paling tidak ada pagu (ketetapan) apakah di angka Rp 13 ribu ataukah di angka Rp 12.800, tapi yang fix, tidak terlalu fluktuatif. Jadi kami bisa membuat perencanaan. Jadi paling enggak stabil," harapnya.
(rgr/rgr)











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat