Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (27/6/2015) pabrikan otomotif terbesar ketiga di Jepang itu merevisi laba operasi menjadi 606,88 miliar yen atau sekitar Rp 65 triliun. Sementara, seperti standar akuntansi internasional yang diadopsi Honda, tahun lalu mencapai 670,6 miliar yen atau sekitar Rp 72 triliun.
Awal bulan ini Honda telah merogoh koceknya senilai 44,8 miliar yen atau sekitar Rp 4,79 triliun untuk membiayai perluasan penarikan mobil buatanya di Amerika Setikat terkait airbag Takata yang bermasalah. Airbag Takata ditengarai mengalami masalah pada inflator, sehingga peranti itu mengembang berlebihan dan meledak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(arf/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE