Seperti yang ditekankan Dewan Pengawas Yayasan Toyota dan Astra (YTA) yang juga menjabat sebagai Direktur Produksi dan Logistik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Edward Otto Kanter, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (22/4/2015).
Dirinya menekankan pentingnya peran insinyur lokal untuk mendukung perkembangan ekonomi bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khususnya dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karenanya kami di YTA berupaya untuk mendukung dunia pendidikan di bidang teknik ini," tambah Edward.
Ini yang membuat Toyota ingin meningkatkan sumber daya manusia. "Yayasan Toyota Astra (YTA) berupaya untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendukung pendidikan yang merata di seluruh Indonesia," katanya.
"Pemerataan peran sumber daya manusia, terutama insinyur lokal, di seluruh pelosok Indonesia sangat dibutuhkan agar pembangunan bangsa Indonesia dapat dinikmati oleh semua rakyat,β tambah Edward.
YTA pun sudah mencetak beberapa nama besar di Indonesia lewat berbagai programnya. βSalah satunya mantan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup periode 2009β2014," ujar Dewan Pembina YTA, yang sekaligus Wakil Presiden PT TAM Suparno Djasmin.
Yang dimaksud Suparno tidak lain adalah Balthazar Kambuaya. Kemudian ada juga Karlina Supelli, astronom lulusan Institut Teknologi Bandung, yang dikenal sebagai salah satu ahli filsafat Indonesia. Karlina menerima beasiswa dari YTA pada saat menempuh pendidikan di ITB.
Yang ketiga adalah Jodjana Jodi, CEO Astra Credit Company, penerima beasiswa YTA saat menempuh pendidikan di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes