3 Kecelakaan Taksi Listrik Tertabrak Kereta

3 Kecelakaan Taksi Listrik Tertabrak Kereta

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 28 Apr 2026 09:10 WIB
Ilustrasi kereta tabrak taksi VinFast listrik.
Kecelakaan taksi listrik ditabrak kereta. Foto: Dok.dashcamindonesia
Jakarta -

Kecelakaan taksi listrik yang tertabrak kereta api ternyata bukan sekali terjadi. Berdasarkan catatan, sudah tiga kali kejadian kecelakaan taksi listrik hijau itu ditabrak kereta.

Kecelakaan kereta api terjadi di Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Kecelakaan diduga bermula ketika ada kereta commuter line menabrak taksi hijau Green SM di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Akibat kecelakaan itu, kereta commuter line lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, kereta commuter line yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur itu ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek dari belakang.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dalam keterangan video dari Kementerian Perhubungan, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta ini," sambung Bobby.

ADVERTISEMENT

Ini bukan kejadian pertama kecelakaan taksi listrik Green SM ditabrak kereta api. Setidaknya berdasarkan catatan kami, ada tiga kali kecelakaan yang melibatkan taksi listrik hijau itu dengan kereta api.

Pertama kejadian di Cengkareng, Jakarta Barat, pada 10 Oktober 2025. Saat itu, taksi listrik dari perusahaan Green SM tersambar bagian belakang kereta di rel perlintasan kereta api Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat.

Dikutip Antara, seorang saksi mata, Muhammad Nasir (60), mengaku insiden itu terjadi ketika sopir taksi berhenti terlalu dekat dengan perlintasan kereta.

"Tadi kan kereta mau lewat, saya sudah suruh setop itu taksinya. Saya bilang, 'Pak setop, terlalu dekat sama kereta'. Tapi dia enggak mau mundur. Kepala keretanya lewat masih aman, tapi ekornya yang nyamber mobil itu," ujar Nasir di Jakarta, Jumat.Setelah mobil tersambar kereta, kata dia, penumpang perempuan yang berada di dalam taksi langsung turun dan terlihat marah kepada sopir.

"Penumpangnya langsung turun sambil marah-marah, bilang 'Bapak juga sih, main handphone terus, disuruh mundur enggak mau'. Seorang ibu itu pun pergi naik ojek," ujarnya.

Namun, sopir taksi membantah tudingan bermain ponsel. "Saya enggak main handphone. Mana bisa, orang saya lagi lihat maps buat antar penumpang. Tiba-tiba disuruh setop, saya berhenti, eh malah disambar ekor kereta. Tadi juga enggak ada suara apa-apa kan, palang rel juga tidak tertutup. Saya kaget, tiba-tiba disuruh berhenti, ya sudah lah saya berhenti," kata dia.

Menurut dia, penumpangnya yang hanya satu orang itu tidak mengalami luka. "Hanya tersenggol bagian belakang kereta, penumpang langsung keluar tapi nggak apa-apa," ujarnya.

Kecelakaan yang melibatkan taksi listrik hijau dengan kereta api juga terjadi di Jalan Rajawali, Kemayoran, Jakarta, pada 31 Desember 2025. Dalam video yang beredar di media sosial, taksi listrik Green SM itu berada di dalam palang perbatasan. Setelah kereta pertama melintas, taksi justru berusaha untuk menyeberangi rel. Tak lama berselang datang kereta lain dan menghantam taksi tersebut.

Bagian depan mobil dihantam kereta dan mengalami kerusakan hingga lampunya pecah. Di video lainnya, terlihat juga kondisi airbag di baris depan mengembang. Beruntung tidak ada korban dari insiden tersebut.

Peristiwa ketiga terjadi di Bekasi, semalam. Taksi listrik hijau diduga mogok di tengah rel di perlintasan sebidang Jalan Ampera. Taksi listrik tersebut tertemper KRL. Akibatnya, KRL lain yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Nahas, dari belakang Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Akibat insiden kecelakaan kereta itu, ada tujuh penumpang meninggal dunia. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan saat ini korban luka-luka dilaporkan berjumlah 81 orang. Para korban tengah dalam perawatan di rumah sakit.

"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," ungkapnya.

Pernyataan Green SM

Green SM buka suara terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram Green SM Indonesia, perusahaan menyebut menaruh perhatian penuh atas insiden tersebut dan sudah memberikan keterangan terhadap pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi yang berlangsung. Berikut pernyataan lengkap Green SM Indonesia.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," demikian pernyataannya.




(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads