Akhir-akhir ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika cenderung melemah. Bahkan, nilai dolar sempat menyentuh angka Rp 13.280 per dolar. Tentu hal ini akan berdampak bagi industri otomotif di Indonesia. Lalu apa tanggapan Mercy di Indonesia?
President & CEO Mercedes-Benz Indonesia (MBI), Claus Weidner berharap, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tetap stabil.
"Harapannya tidak terjadi fluktuasi untuk US dolar. Saya rasa itu harusnya bisa stabil. Diharapkan tetap stabil paling tidak untuk satu tahun," katanya di acara Lunch bersama President & CEO Mercedes-Benz Indonesia di Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami pakai euro untuk impor dari Eropa. Tahun lalu misalnya ada pelemahan US dolar tapi euro tetap stabil," ungkapnya.
Ia melanjutkan, saat dolar Amerika naik dan Euro stabil, penjualan mobilnya tidak terpengaruh.
"Kita lihat S-Class tahun lalu apa pun kondisi currency itu tidak masalah," ujarnya.
Sementara itu, untuk memutuskan kenaikan harga, MBI berpatokan pada kondisi pasar di Indonesia. Perkembangan pasar yang naik-turun bisa berpengaruh terhadap harga.
"Harganya tergantung situasi pasar. Kebijakan harga kita melihat bagaimana kecenderungan pasar. Tapi tetap kami melihat semua perkembangan," ungkapnya.
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP