Pada tahun ini, Forst & Sullivan memprediksi adanya peningkatan jumlah penjualan kendaraan di Indonesia. Peningkatannya diprediksi sebesar 5 persen dibandingkan tahun lalu atau tahun ini bisa mencapai 1.286.000 unit.
Vice President sektor Otomotif dan Transportasi, Frost & Sullivan Asia Pasifik Vivek Vaidya menuturkan, peningkatan penjualan kendaraan itu terjadi karena adanya peningkatan investasi, anggaran pembangunan infrastruktur dari Pemerintah dan pertumbuhan kelas menengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ketidakpastian ekonomi global cenderung akan membuat impor lebih mahal karena nilai mata uang rupiah yang melemah terhadap dolar.
"Kenaikan biaya impor otomotif memberikan dampak yang signifikan, seperti suku cadang yang bernilai tinggi dan agregat yang masih impor untuk berbagai model," katanya.
Tidak hanya itu, dalam 5 tahun ke depan, Vaidya menambahkan sektor otomotif Indonesia akan ditentukan oleh 5 tema yakni LCGC/LCE Program, generasi penerus FTA, fokus pada ekspor, persaingan dari sektor otomotif Thailand dan evolusi AEC (ASEAN Economic Community).
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri