Penjualan mobil di Indonesia khususnya DKI Jakarta dan kota besar lainnya harus dibatasi!
Beberapa kalangan menilai, langkah paling efektif untuk menekan angka kemacetan yaitu harus menahan laju penjualan mobil baru. Seperti yang diwacanakan Gubernur Provinsi Bali Made Mangku Pastika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan menuturkan setiap pembatasan pembelian kendaraan sangat tidak manusiawi.
"Itu tidak manusiawi. Produsen punya hak dan konsumen punya hak untuk membeli kendaraan baru," kata Johnny kepada wartawan.
Dia menjelaskan pihaknya tidak mendukung rencana pembatasan pembelian mobil baru berlaku di Tanah Air. Seperti yang dikatakan Johnny pemerintah harus punya rencana yang lebih efektif untuk menekan kemacetan di Indonesia khusus ibukota Jakarta.
"Seperti insfrastruktur yang memadai, angkutan umum yang lebih baik supaya lebih nyaman digunakan," yakinnya.
Nada sama dilontarkan Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo yang menjelaskan Indonesia butuh pemecah kemacetan yang lebih baik dengan tidak membatasi penjualan mobil baru.
Sejauh ini, seperti yang dikatakan Samulo perjalanan bisnis otomotif di Indonesia berjalan baik-baik saja.
"Hak konsumen mau beli mobil. Kan masih banyak yang ingin punya mobil," tutupnya.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek