Solusinya tidak lain adalah dengan mengembangkan teknologi wireless charging. Setelah bertahun-tahun riset, Volvo akhirnya berhasil menyelesaikan sebuah proyek penelitian yang bertujuan untuk membuat wireless charging menjadi kenyataan bagi kendaraan listrik di masa depan.
Wireless charging yang dikembangkan Volvo ini seperti sebutannya adalah alat pengisian tenaga listrik nirkabel. Jadi pemilik kendaraan listrik tidak perlu mencolok alat pengisi tenaga ke mobil mereka. Cukup mendekatkan mobil, maka tenaga mobil bisa terisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volvo pun berharap pekerjaan yang dilakukan dengan Bombardier Transportation dan coachbuilder Van Hool ini bisa membantu meletakkan dasar standar pengisian induktif.
Sistem Volvo sendiri terdiri dari basis stasiun pengisian yang menciptakan medan elektromagnetik serta perangkat kedua yang dipasang di mobil listrik yang dapat mengubah hal tersebut menjadi energi listrik.
Sistem ini dimaksudkan untuk menyederhanakan proses pengisian mobil listrik karena dengan sistem ini kebutuhan akan perangkat fisik bisa diminimalisasi.
Menurut penelitian Volvo, versi cepat dari sistem nirkabel ini mampu sepenuhnya melakukan pengisian mobil listrik dalam waktu 2,5 jam.
Namun sayangnya, Volvo belum mengumumkan kerangka waktu kapan sistem pengisian nirkabel bisa siap untuk pasarkan secara massal meski banyak pihak menduga kalau hal itu tidak akan terlalu lama.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit