Volvo Sukses Kembangkan Wireless Charging untuk Mobil Listrik

Volvo Sukses Kembangkan Wireless Charging untuk Mobil Listrik

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 28 Okt 2013 21:18 WIB
Volvo Sukses Kembangkan Wireless Charging untuk Mobil Listrik
Jakarta - Saat ini masalah mobil listrik adalah minimnya ketersediaan tempat pengisian tenaga. Selain itu, bagi para calon penyedianya juga memikirkan kalau alat pengisi tenaga mobil listrik bakal tidak efisien karena memakan tempat. Nah, Volvo menemukan solusinya.

Solusinya tidak lain adalah dengan mengembangkan teknologi wireless charging. Setelah bertahun-tahun riset, Volvo akhirnya berhasil menyelesaikan sebuah proyek penelitian yang bertujuan untuk membuat wireless charging menjadi kenyataan bagi kendaraan listrik di masa depan.

Wireless charging yang dikembangkan Volvo ini seperti sebutannya adalah alat pengisian tenaga listrik nirkabel. Jadi pemilik kendaraan listrik tidak perlu mencolok alat pengisi tenaga ke mobil mereka. Cukup mendekatkan mobil, maka tenaga mobil bisa terisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teknologi nirkabel adalah cara yang nyaman dan efektif untuk memudahkan mentransfer energi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa itu aman," kata Lennart Stegland , Wakil Presiden Listrik Propulsion Sistem di Volvo di Left Lane News.

Volvo pun berharap pekerjaan yang dilakukan dengan Bombardier Transportation dan coachbuilder Van Hool ini bisa membantu meletakkan dasar standar pengisian induktif.

Sistem Volvo sendiri terdiri dari basis stasiun pengisian yang menciptakan medan elektromagnetik serta perangkat kedua yang dipasang di mobil listrik yang dapat mengubah hal tersebut menjadi energi listrik.

Sistem ini dimaksudkan untuk menyederhanakan proses pengisian mobil listrik karena dengan sistem ini kebutuhan akan perangkat fisik bisa diminimalisasi.

Menurut penelitian Volvo, versi cepat dari sistem nirkabel ini mampu sepenuhnya melakukan pengisian mobil listrik dalam waktu 2,5 jam.

Namun sayangnya, Volvo belum mengumumkan kerangka waktu kapan sistem pengisian nirkabel bisa siap untuk pasarkan secara massal meski banyak pihak menduga kalau hal itu tidak akan terlalu lama.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads