Seperti dilansir leftlanenews, Rabu (17/7/2013), menurut analisis ACEA Eropa, penjualan mobil di Eropa di 6 bulan pertama tembus hingga 6.205.000 unit. Angka itu terlihat besar, tapi untuk ukuran Eropa, menciut.
Padahal Analis Eropa ini berharap akan kebangkitan industri otomotif di Eropa, dengan meningkatnya penjualan pada bulan April kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun memang ada beberapa titik terang selama 1 tahun terakhir. Dimana penjualan kendaraan di Portugal tumbuh hingga 2,9 persen dan di Inggris 10 persen. Meski sebagian besar negara-negara besar Eropa membukukan penurunan penjualan yang signifikan.
Bahkan penjualan Jerman ikut turun hingga 8,1 persen pada semester pertama 2013, sementara Prancis dan Italia membukukan penurunan dua digit (11,2 persen dan 10,3 persen).
Mengantisipasi krisis yang terus berkepanjangan, Ford merasa, pabrikan harus mengurangi jumlah mobil yang diproduksi sampai 2 juta unit lagi untuk menyesuaikan dengan permintaan mobil.
CEO Ford Eropa Stephen Odell menuturkan, Ford sendiri bakal kehilangan US$ 2 miliar di Eropa meski mereka sudah berencana menutup 3 pabrik perakitan dan mengurangi 6.200 pekerja selama 18 bulan ke depan.
Sementara rival setanah air Ford, General Motors beberapa waktu lalu mengumumkan rencana mereka untuk menutup pabrik Opel di akhir tahun depan.
Sementara merek mobil mewah Audi dan Volvo sudah bersiap membangun basis produksi baru di luar Eropa untuk menyuplai kebutuhan pasar global. Sementara Mercedes-Benz sudah memutuskan membangun mobilnya di Meksiko bersama Nissan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi