Saat ini pabrikan Peugeot memang belum memiliki pabrik perakitan di Indonesia. Alhasil setiap varian anyar mereka pun langsung didatangkan dalam bentuk utuh dari Prancis ataupun negara lain seperti Malaysia yang merakit 408.
Lalu apa yang menjadi alasan Peugeout belum berkeinginan untuk merakit varian mereka di Indonesia? Meski hingga saat ini Peugeout masih terus mempelajarinya.
"Ada beberapa isu yang membuat kita belum membuat pabrik rakitan di Indonesia," kata CEO PT Astra International Peugeot, Constantinus Herlijoso, di Senayan City Jakarta, Rabu (1/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, mengenai rencana kebijakan pemerintah antara LCGC (Low Cost and Green Car) atau LECP (Low Emision Carbon Project).
"Ini juga bisa mempengaruhi strategi kita. Contohnya seperti di Malaysia, Malaysia membuat hibrid bebas dari pajak, ada beberapa komponen yang tax-nya (pajak) Nol, dan akhirnya di sana hybrid mereka jadi tumbuh. Bisa saja nanti di Indonesia seperti itu, nah ini menjadi pertimbangan kita," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun