Walaupun saat bersamaan pemerintah tengah pusing soal meningkatnya subsidi BBM yang terus naik. Sehingga akan mencul regulasi baru BBM subsidi Rp 6.500 untuk mobil pribadi. Kontraproduktif kah?
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menjelaskan secara alamiah memang kepemilikan mobil akan terus meningkat di Indonesia, karena hal ini merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasio kepemilikan mobil di Indonesia pada akhir 2010 berbanding 1:34, artinya dari 34 orang hanya 1 orang yang memiliki mobil. Rasio tersebut meningkat pada 2012, menjadi 1: 20, artinya dari 20 orang hanya 1 orang yang memiliki mobil.
Sebagai pembanding di Malaysia dan Thailand rasio kepemilikan mobil mencapai 1:5 orang, di Amerika rasionya adalah 1:1,75 orang. Dari pembanding itu, menunjukkan bahwa pasar mobil di Indonesia masih sangat besar.
Hidayat juga mengatakan ke depannya, semakin tingginya harga minyak dunia mendorong pabrikan global membuat produk-produk mobil yang bisa menekan konsumsi BBM. Hasilnya produsen-produsen mobil yang basis produksinya di luar Indonesia akan membuat mobil irit BBM, dan dipastikan menyasar pasar Indonesia yang memang masih besar kuenya.
"Bila kita tidak membuat mobil LCGC sendiri, maka pasar kita akan dibanjiri oleh mobil LCGC impor dalam era FTA (free trade agreement) Asia Timur ini," kata Hidayat.
Sebelumnya program pengembangan mobil LCGC ini akan berlaku untuk semua industri di dalam negeri.
Dengan syarat mobil tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan antara lain untuk jenis kendaraan MPV 1.000-1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar 20-22 km/liter, komponen lokal diharapkan pada tahun ke-6 sudah mencapai 80 persen termasuk pembuatan power train (engine, transmisi dan axle).
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri