Merasakan Chevrolet Spin di Tanah Jawa

Merasakan Chevrolet Spin di Tanah Jawa

Aditya Maulana - detikOto
Rabu, 20 Mar 2013 10:51 WIB
Merasakan Chevrolet Spin di Tanah Jawa
Solo -

Meski belum diluncurkan secara resmi untuk umum, tapi General Motors Indonesia (GMI) sudah mengajak sejumlah awak media otomotif nasional untuk menjajal ketangguhan compact MPV pertamanya Spin.

Karena Spin ini diciptakan oleh dan untuk masyarakat Indonesia maka GMI memilih lokasi di Jawa Tengah atau tepatnya di kota Solo dan Yogyakarta. Alasan lainnya karena kedua kota tersebut memiliki pemandangan alam yang menarik dan kondisi jalan yang beragam. Ini pastinya sangat cocok untuk merasakan performa Spin dengan maksimal.

Nah, Otolovers semua penasaran bagaimana performa serta ketangguhan dari MPV terbaru Chevrolet yang siap bertarung di pasar yang sedang 'panas' ini? Mari kita simak ulasanya satu persatu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Eksterior

Secara keseluruhan memang Spin ini memiliki tampang yang berbeda dengan mobil yang sudah beredar di kelasnya. Spin terlihat lebih maskulin, tapi dari sisi itu masih tetap mempertahankan unsur fungsional serta dinamis dari sebuah kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV).

Dilihat dari tampak depan, grillenya tetap mengusung ciri khas Chevrolet dalam membuat mobil. Grillenya sangat futuristik dan terlihat elegan dengan perpaduan logo Chevrolet yang lumayan besar di tengahnya.

Lampu utama sengaja dibuat agak besar. Pencahayaan pun terlihat cukup terang ketika detikOto berkendara di malah hari serta perpaduan fog lamp yang tepat. Beranjak ke bagian belakang Anda akan ditemukan dengan fog lamp yang pencahayaanya juga dapat diatur sehinga cahayanya bisa jauh lebih terang.

Melihat ke sisi kanan dan kiri, detikOto menilai kalau gagang pintu di Spin baik varian paling murah hingga varian tertinggi tidak ada bedanya. Gagang pintunya masih di desain biasa saja atau warnanya masih sama dengan cat eksterior.

Mungkin kedepannya GMI dapat merubah gagang pintu agar terlihat jauh lebih elegan. Setidaknya diberikan perbedaan warna, seperti di chrome atau di desain lebih elegan.

2. Interior

Puas melihat eksterior Spin, detikOto masuk kedalam interiornya. Pertama kali detikOto masuk langsung di baris kedua karena sesi pertama detikOto hanya merasakan menjadi penumpang di mobil Spin bermesin diesel berkapasitas 1.3 liter dan duduk di baris kedua.

Keseluruhan desain interiornya terlihat cukup luas, tapi lagi-lagi yang harus diperhatikan oleh GMI adalah kursi kedua, ketika detikOto merasakan duduk dengan jarak yang lumayan jauh masih agak kaku karena kursi kedua tidak bisa digeser atau diatur.

Mungkin karena tinggi penumpang detikOto yang cukup tinggi dengan tinggi badan mencapai 179 cm jadi masih merasa sempit antara jarak kaki dengan kursi di depannya. Tapi untuk jarak dekat, duduk di kursi kedua lumayan nyaman. Baris ketiga tidak sempat dicoba karena digunakan untuk menyimpan barang-barang awak media.

Satu mobil Spin dihuni oleh 4 orang awak media. 2 duduk di depan termasuk pengemudi dan 2 orang lagi duduk di baris kedua.

Di hari kedua detikOto berkesempatan menjajal sebagai pengemudi. Mencari posisi berkendara yang nyaman saat mengemudikan cukup nyaman, tapi di pilar A detikOto masih terasa terganggu dan masih banyak menimbulkan blind spot-blind spot dibandingkan para kompetitor di kelasnya.

Bentuk dashboar terlalu besar, tapi visibilitas pandangan ke depan tidak begitu terganggu. Untuk pandangan ke belakang memang sedikit terganggu karena jarak kepada dengan atas juga begitu dekat. Ini juga dirasakan saat detikOto menjadi penumpang di baris kedua.

Menariknya, spionnya sudah di desain elektrik tapi untuk varian tertentu saja. Penempatan tombolnya juga cukup unik yakni di desain di sisi dalam spion.

Stir kemudinya juga cukup nyaman untuk digenggam. Urusan audio memang di desain standar tapi untuk kelengkapannya sudah cukup lengkap untuk mobil di kelasnya.

Kenyamanan di dalam kabin juga terasa karena sirkulasi AC di dalam kabin cukup baik. Seluruh kabin jadi terasa dingin jadi Anda tidak perlu khawatir merasa kepanasan saat didalam kabin.

Tapi berbeda dengan Spin yang dijual di Brazil. Saat detikOto menjajalnya beberapa bulan lalu, Spin dilengkapi dengan cruise control yang bisa diaturnya di lingkar kemudi bersama dengan pengaturan audio sistem. Di Indonesia Spin ini baik varian terendah hingga tertinggi tidak dilengkapi dengan cruise control dan batang kemudinya belum terintegrasi dengan pengaturan audio sistem.

Glove box juga banyak begitu juga dengan tempat penyimpanan botol. Panel instrumennya sebagian sudah digital, hanya tachometer saja yang masih menggunakan jarum. Penunjuk bensin, kecepatan sudah digital.

Asyiknya ada indikator konsumsi BBM, jadi Anda bisa melihat data berapa BBM yang dihabiskan mobil.

3. Mesin

Spin di Indonesia lagi-lagi berbeda dengan yang dijual di Brazil. Di Indonesia mesinnya lebih beragam karena tersedia 3 varian mesin diantaranya 1.2 L, 1.5 L dan 1.3 L diesel.

Tipe mesin 1.2 L dan 1.5 L dilengkapi dengan teknologi Dual VVTi serta tipe mesin 1.3 L diesel dilengkapi dengan turbo charger sehingga memastikan kendaraan tetap memiliki torsi dan tenaga yang mumpuni.

Untuk pilihan transmisi otomatis mencapai 6 percepatan dengan teknologi tiptronic. DetikOto pun sempat mencoba teknologi tiptronic ini dan hasilnya cukup mumpuni, apalagi dicoba saat jalanan yang menanjak. Perpindahan giginya cukup halus.

Untuk mesin diesel yang detikOto rasakan tenaganya patut diacungi jempot, cukup responsif. Tapi untuk mesin bensin dengan mesin 1.5 L, yang kebetulan detikOto mendapatkan yang transmisi otomatis, saat tuas berada di posisi D (Drive) dan ingin mengetes kecepatannya, respon dari mesin begitu kurang. Boleh dibilang kurang responsif.

Tapi setelah menggunakan tiptronic, responsifnya bisa di dapat. Kalau masih di tuas D untuk mencapai akselerasi yang maksimum cukup lambat.

"Sedikit boyo tenaganya. Responya juga kurang," keluh salah satu wartawan otomotif yang duduk 1 mobil dengan detikOto.

4. Sensari berkendara, handling dan akselerasi

Dalam test drive Spin di Jawa Tengah ini memang treknya cukup beragam. Jalanan lurus, berkelok hingga turun naik bisa ditemui bahkan jalanan mulus hingga rusak juga banyak ditemui.

Tapi tidak menjadi masalah, ini memang menjadi tantanganya. Tidak perlu menunggu lama, detikOto memulainya dengan mesin diesel 1.3 liter. Untuk mesin diesel cukup mumpuni. Sedangkan untuk mesin bensin 1.5 liter juga memang cukup oke performanya, tapi masih sedikit kurang responsif.

Kondisi cuaca pun beragam, mulai dari panas hingga hujan. Tapi untuk kondisi apapun Spin tetap nyaman untuk dikendarai.

Sesekali detikOto menggeber mesinnya saat menemukan jalanan yang lurus dan sedikit lengang. teknologi tiptronicnya cukup membantu mencapai akselerasi yang diharapkan. Namun gejala limbung masih begitu terasa ketika Spin diajak berkelok kiri dan kanan dengan kecepatan tinggi.

Untuk handling cukup mumpuni apalagi penerapan suspensinya cukup diacungi jempot karena baik dari segi penumpang maupun pengemudi yang detikOto rasakan tetap nyaman. Suspensinya tidak begitu keras dan juga membal.

Pengujian ini dapat dirasakan ketika melewati jalanan yang berlubang. DetikOto sengaja melibat lubang itu tanpa mempedulikannya, hasilnya sangat oke.

Spin ini sendiri suspensi depannya menggunakan Independent tipe McPherson dan untuk belakangnya menggunakan Semi Independent torsion beam. Perpaduan yang luar biasa, sehingga bisa dikatakan suspensinya jauh lebih baik dibanding kompetitor di kelasnya.

Begitu juga untuk segi pengereman yang cukup baik. Pengereman Spin ini menggunakan Ventilted disc untuk bagian depan dan belakang menggunakan drum serta drum anti lock.

5. Kesimpulan

Secara keseluruhan, Chevrolet Spin ini cukup mumpuni baik dari segi performa, handling, suspensi serta desain yang lebih futuristik.

Tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh GMI untuk memperbaiki Spin agar mampu bersaing dengan kompetitor yang sudah lebih dulu bermain di segmen MPV. Apalagi semua pemain di kelas ini merupakan penguasa pasar otomotif di Indonesia.

Tidak perlu khawatir, Spin ini masih memiliki banyak keunggulan dibanding kompetitor yang bermain di kelasnya. Banyak fitur-fitur atau teknologi yang ada di Spin dan tidak ada di mobil lain di kelasnya yang lebih dulu di pasarkan.

Ini yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia terhadap Spin ini. Tapi sekedar masukan, beberapa point yang dirasakan detikOto dan beberapa awak media otomotif nasional tidak nyaman atau kurang mumpuni harap menjadi pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh pihak GMI.

Masalah after sales juga harus lebih ditingkatkan jika ingin masuk dan bersaing dengan para kompetitor yang lebih dulu bermain di segmen low MPV ini.

Untuk urusan harga, Spin ini masih relatif murah dan dapat bersaing dengan sang kompetitor. Untuk varian termurah, Spin ini dijual mulai Rp 139,7 juta (mesin 1.2 liter bensin) dan varian tertinggi dijual dengan harga Rp 189,7 juta (mesin 1.3 liter diesel).
Halaman 2 dari 6
(ady/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads