Produsen roda dua asal China, QJMotor, telah mengoperasikan pabriknya di Cikarang, Jawa Barat. Mereka diminta fokus ke sejumlah hal, mulai dari penerapan TKDN dan SNI hingga membuka lapangan kerja untuk masyarakat lokal.
Setelah diresmikan awal tahun ini, pabrik QJMotor di Cikarang langsung dikunjungi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Komisi VII sebagai bagian dari peninjauan terhadap kesiapan investasi dan arah pengembangan otomotif nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi VII DPR RI, Bapak Saleh Pertaunan Dulay, dalam kunjungannya menekankan pentingnya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
"Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap," ujar Bapak Saleh Pertaonan Dulay, dikutip dari rilis resmi, Rabu (8/4).
Pabrik QJ Motor di Cikarang dikunjungi DPR RI. Foto: Doc. QJ Motor |
QJMotor Manufacture Indonesia mengklaim, strategi peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari roadmap perusahaan, yang akan diimplementasikan secara bertahap seiring dengan penguatan kapasitas produksi dan pengembangan rantai pasok lokal.
Bukan hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk investasi jangka panjang yang diperkuat melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Bahkan, QJMotor turut mengembangkan kompetensi SDM di sektor otomotif melalui strategi transfer knowledge dari kantor pusat QJMotor di China.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh proses manufaktur guna memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen.
"Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas Industri dalam negeri," kata dia.
Sebagai catatan, pabrik QJMotor di Cikarang punya kapasitas produksi 150 ribu unit setahun. Mereka, sebagai permulaan, akan fokus memproduksi motor-motor dengan kubikasi 250 cc.
(sfn/dry)













































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu